Rabu, 8 Juli 2026

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerah terhadap Iran  (Ai)
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerah terhadap Iran (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Gelombang kritik tajam melanda kebijakan luar negeri Amerika Serikat setelah laporan media Ibrani menyebut bahwa Presiden Donald Trump telah "menyerah" dalam konfrontasi militernya dengan Iran.

Unggahan terbaru Rabu (8/4/2026) dari akun pemantau geopolitik @DailyIranNews mengutip laporan media lokal Israel yang menyatakan bahwa Trump lebih memilih menghentikan perang demi menstabilkan pasar minyak global daripada mencapai kemenangan militer absolut.

Dalam kutipan yang viral di platform X (sebelumnya Twitter), media Ibrani tersebut menyindir klaim gencatan senjata sementara yang dicanangkan Washington.

Baca Juga: IRGC Izinkan Dua Kapal India Melintasi Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Regional

"Seperti yang kita semua pahami, tidak ada yang namanya 'istirahat dua minggu'. Trump telah menyerah dan menghentikan perang demi minyak," tulis laporan tersebut.

Prioritas Energi di Atas Aliansi Strategis?

Komentar pedas ini muncul menyusul instruksi mendadak dari Gedung Putih agar Israel menghentikan serangan terhadap infrastruktur gas dan energi Iran. Langkah ini diambil setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap fasilitas energi di Qatar, yang memicu lonjakan harga bahan bakar global hingga mencapai level krisis.

Menurut laporan dari The Jerusalem Post dan Times of Israel, pemerintahan Trump merasa terdesak oleh ancaman resesi ekonomi akibat gangguan di Selat Hormuz.

Meskipun sebelumnya Trump mengancam akan memberikan balasan "20 kali lebih kuat" jika Iran menutup jalur minyak, keputusan terbaru untuk melakukan gencatan senjata dianggap oleh banyak pihak di Tel Aviv sebagai bentuk "konsesi" atau pengakuan kekalahan diplomatik di hadapan Teheran.

Baca Juga: Penyelarasan Kebijakan Nasional, Pemerintah Kota Bekasi Geser Jadwal WFH ASN ke Hari Jum'at

Dinamika Konflik per April 2026

Situasi di Timur Tengah sepanjang awal tahun 2026 terus memanas dengan beberapa poin kunci:

  • Gencatan Senjata 14 Hari: Trump mengumumkan gencatan senjata dua sisi untuk memberikan ruang bagi diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, media Israel skeptis dan menganggap ini hanyalah alasan untuk menghentikan pendarahan ekonomi AS.
  • Keamanan Selat Hormuz: Iran tetap bersikeras bahwa jalur pelayaran internasional hanya akan aman jika sanksi ekonomi dicabut sepenuhnya, sebuah tuntutan yang kini tampaknya mulai dipertimbangkan oleh Washington untuk menghindari "kiamat energi."
  • Ketegangan AS-Israel: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel telah mencapai lebih dari separuh tujuan perangnya, namun keputusan Trump untuk "menarik rem" secara sepihak menciptakan keretakan terbuka dalam koordinasi militer kedua negara.

Reaksi Publik dan Pasar

Laporan mengenai "menyerahnya" Trump ini langsung berdampak pada fluktuasi pasar. Sementara harga minyak mentah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasca pengumuman gencatan senjata, tekanan politik terhadap Trump di dalam negeri meningkat.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Level, Pemkot Bekasi Sambut Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Jawa Barat

Para kritikus menuduh sang Presiden membiarkan Iran mempertahankan kapasitas nuklir dan militernya hanya agar harga bensin di Amerika Serikat tidak melonjak sebelum siklus politik mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan "penyerahan diri" yang dilontarkan oleh media-media sekutu terdekatnya tersebut.

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB