Sabtu, 11 Juli 2026

Ketegangan Memuncak, Iran Ancam Bom Tel Aviv dalam Hitungan Jam Jika Agresi di Lebanon Selatan Tak Berhenti

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Ilustrasi Iran mengancam akan melangsungkan pengeboman ke Tel Aviv dalam Hitungan Jam Jika Agresi di Lebanon Selatan Tak Berhenti (Ai)
Ilustrasi Iran mengancam akan melangsungkan pengeboman ke Tel Aviv dalam Hitungan Jam Jika Agresi di Lebanon Selatan Tak Berhenti (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Situasi di Timur Tengah berada di ambang perang terbuka yang jauh lebih luas setelah Dewan Keamanan Nasional Iran (NSC) mengeluarkan ultimatum keras terhadap Israel.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran media negara dan unggahan di platform X melalui akun resmi @IranMediaco, Teheran mengancam akan meluncurkan serangan langsung ke jantung kota Tel Aviv.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas baku tembak di wilayah perbatasan Lebanon Selatan, di mana pasukan Israel dilaporkan terus melancarkan operasi militer yang menargetkan posisi-posisi strategis.

Baca Juga: Tepat Janji! Proyek Pengaspalan Komplek Kayuringin Timur Rampung Dikerjakan

Ultimatum "Beberapa Jam"

Dalam unggahan singkat namun provokatif, Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan bahwa kesabaran strategis mereka telah mencapai batasnya.

"Dalam beberapa jam ke depan, jika tembakan tidak berhenti di Lebanon selatan, unit udara dan rudal akan membom Tel Aviv," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Ancaman ini secara spesifik menyebut "unit udara dan rudal", yang mengindikasikan kesiapan divisi kedirgantaraan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengerahkan persenjataan balistik dan drone jarak jauh mereka.

Ancaman ini dipandang sebagai eskalasi serius, mengingat Iran sebelumnya lebih banyak menggunakan kekuatan proksi dibandingkan serangan langsung dari wilayah kedaulatannya.

Baca Juga: Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Konteks Eskalasi Regional

Ancaman ini merupakan respons langsung terhadap situasi di Lebanon Selatan yang kian membara dalam 48 jam terakhir. Laporan lapangan menunjukkan adanya peningkatan serangan udara dan artileri yang masif, yang diklaim Israel sebagai upaya untuk melumpuhkan infrastruktur peluncuran roket milik kelompok Hizbullah.

Para analis keamanan internasional menilai bahwa keterlibatan langsung Iran akan mengubah peta konflik secara radikal. Jika Tel Aviv benar-benar menjadi target serangan rudal langsung dari Teheran, maka protokol pertahanan "Iron Dome" dan "Arrow" milik Israel akan menghadapi ujian terpahitnya, dan serangan balasan dari Israel dipastikan akan menyasar infrastruktur nuklir atau minyak di daratan Iran.

Reaksi Global dan Kesiagaan Militer

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel maupun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terkait ancaman spesifik ini. Namun, sumber-sumber intelijen melaporkan bahwa tingkat kewaspadaan di pangkalan-pangkalan udara Israel telah ditingkatkan ke level tertinggi.

Baca Juga: IRGC Izinkan Dua Kapal India Melintasi Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Regional

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB