"Sekali lagi, profesi ini pada tahun-tahun ke depan akan menjadi profesi yang elit dan eksklusif sekaligus kuat dampaknya dan pasti ekspansif," tutur Petrus.
Artinya, tidak bisa lagi hanya dijadikan wayang dan diperalat oleh prinsipalnya di banyak tempat. "Itu sungguh memprihatinkan dan menyedihkan," ucapnya.
"Jadi kalau teman-teman mau tetap mempertahankan martabat sebagai profesional, yang elit, eksklusif dan ekspansif, masuk ke dalam profesi pengacara yang spesialis," ajak Petrus.
Baca Juga: Pilpres 2024, Ini Prediksi Petrus Loyani
Karena, banyak pilihan di dalam sini, bisa menjadi pengacara pajak, bisa menjadi pengacara perbankan, bisa menjadi pengacara pasar modal, pengacara fraud audit, pengacara khusus di bidang IPR, atau pengacara khusus di bidang internasional Trip.
AHBI memfasilitasi pendidikan-pendidikan di 7 bidang hukum ekonomi itu secara khusus untuk melahirkan pengacara-pengacara khusus, bersertifikat dan tersumpah di pengadilan tinggi.
Di AHBI, legitimasi-legitimasi dan keabsahannya solid dan valid serta dapat di pertanggungjawabkan.
Petrus kembali mengingatkan untuk ditahun-tahun mendatang tidak berharap lagi menjadi kuasa hukum perpajakan.
"Karena tidak mungkin anda yang statusnya bukan sebagai pengacara pajak bisa ber-acara di pengadilan pajak," kata Petrus.
"Hal itu karena pengadilan pajak sudah menurut putusan MK yang terakhir, berpindah kekuasaan sepenuhnya di bawah mahkamah agung. Dan sekrang sudah berproses," katanya.
"Jangan tertinggal, jangan lambat untuk mengambil keputusan, segera berpindah menjadi advokat yang spesialis, salam profesional!," tegas Petrus Loyani. ***
Artikel Terkait
Petrus Loyani, Relawan Ganjar Mahfud: Perlu Reformasi UU Pajak dan Perubahan Mentalitas Wajib Pajak
Hashim Ungkap Korupsi 51 Triliun di Kemenhan, Petrus Loyani Pertanyakan Tindakan Prabowo
Petrus Loyani: TPN dan Relawan adalah 'Penjual' bukan 'Pengganjal' Ganjar-Mahfud
Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia
Petrus Loyani Countervailing Narasi Tyas Subyakto tentang Jokowi dan Megawati
Petrus Loyani Menilai Performance Imin, Gibran & Mahfud dalam Debat Cawapres 2024
Ketua RGM Petrus Loyani Kagumi Kebesaran Jiwa dan Kecerdasan Intelektualitas Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf