Jakarta NAWACITAPOST - Debat sesi pertama calon presiden Indonesia menjadi sorotan tajam, terutama dari sudut pandang Petrus Loyani, ketua Relawan Ganjar-Mahfud (RGM) yang sekaligus praktisi hukum ekonomi.
Petrus Loyani mencatat beberapa hal terutama terkait dengan paslon nomor 1, Anies Baswedan. Meskipun mengakui keintelektualan Anies, ia mengingatkan bahwa mayoritas pendukung paslon ini berasal dari masyarakat dengan kefanatikan agama yang dapat membawa dampak negatif, termasuk potensi fundamentalisme dan pandangan yang keras terhadap pihak lain.
Baca Juga: Ganjar Usul Bakal Berikan Insentif untuk Guru Ngaji, Tiap Orang Rp12 Juta Per Tahun
"Terutama bisa dilihat dari tokoh-tokoh di balik ke paslon satu ini," ungkap Petrus dalam rilis video youtubenya, Selasa 19 Desember 2023.
"Andaikata Anies dan muhaimin menang, mereka (para Tokoh ini) pasti akan mendesak, mempengaruhi untuk mengeluarkan kebijakan kebijakan publik yang selalu bersifat tendensius ke agama, padahal kita tahu bahwa agama sekali lagi seringkali justru menghambat kemajuan," katanya, dengan nada cemas.
"Itu terus terang mengkuatirkan," Tegas Petrus.
Baca Juga: PDIP Surabaya: Ganjar - Mahfud Paling Peduli Wong Cilik
Petrus juga mengingatkan, di negara-negara yang tidak ada pemaksaan ideologi agama untuk dijadikan ideologi negara untuk dijadikan dasar-dasar yang mengatur, itu negaranya Damai dan bahkan maju.
"Tidak perlu jauh-jauh, negara-negara Asia yang maju maju karena tidak ada pemaksaan ideologi agama seperti di Singapura, Vietnam di Korea Selatan di Jepang," katanya.
Petrus juga mengingatkan kepada para generasi muda untuk berhati-hati, "Jangan mau kalian terus dicekoki oleh agama, ajaran-ajaran yang baik untuk dihayati moralitasnya sehingga menjadi yang seperti Kata Profesor Mahfud yaitu Islami," kata Petrus.
Baca Juga: Puluhan Ribu Keluarga Pensiunan Polisi se Jatim Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
Islam itu menjadi pribadi yang baik yang jujur yang toleran yang mencerminkan rahmatan lil alamin itulah islami dan itu bisa diterima.
Tetapi ketika ideologi islam secara harafiah mau dipakai dan dipaksakan menjadi dasar-dasar. kebijakan bernegara dan berbangsa, itu berbahaya, karena sekali lagi doktrin agama itu seringkali bersifat kemutlakan kemutlakan yang nggak boleh ditawar nggak boleh dipikir nggak boleh diuji, karena itu katanya firman Tuhan.
Kemudian, peradaban dan kemajuan dunia dewasa ini khususnya di bidang teknologi tidak dihasilkan oleh oleh pemikir-pemikir agama tapi oleh para sainstis dan para teknokrat.
Artikel Terkait
Semangat Kader Banteng Surabaya menang Hattrick dan Ganjar - Mahfud, Anas Karno: Langkah Sat-set Raih kemenangan
Ratusan Difabel di Soloraya Deklarasikan Dukungan untuk Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
Kampanye Sehat, Relawan SIBER: Probolinggo 60 persen untuk Ganjar-Mahfud
Puluhan Ribu Keluarga Pensiunan Polisi se Jatim Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
PDIP Surabaya: Ganjar - Mahfud Paling Peduli Wong Cilik