Minggu, 19 Juli 2026

Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 20 Desember 2023 | 04:49 WIB
Petrus Loyani, ketua Relawan Ganjar-Mahfud (RGM) menyikapi debat sesi pertama calon presiden Indonesia (Nawi)
Petrus Loyani, ketua Relawan Ganjar-Mahfud (RGM) menyikapi debat sesi pertama calon presiden Indonesia (Nawi)

Jakarta NAWACITAPOST - Debat sesi pertama calon presiden Indonesia menjadi sorotan tajam, terutama dari sudut pandang Petrus Loyani, ketua Relawan Ganjar-Mahfud (RGM) yang sekaligus praktisi hukum ekonomi.

Petrus Loyani mencatat beberapa hal terutama terkait dengan paslon nomor 1, Anies Baswedan. Meskipun mengakui keintelektualan Anies, ia mengingatkan bahwa mayoritas pendukung paslon ini berasal dari masyarakat dengan kefanatikan agama yang dapat membawa dampak negatif, termasuk potensi fundamentalisme dan pandangan yang keras terhadap pihak lain.

Baca Juga: Ganjar Usul Bakal Berikan Insentif untuk Guru Ngaji, Tiap Orang Rp12 Juta Per Tahun

"Terutama bisa dilihat dari tokoh-tokoh di balik ke paslon satu ini," ungkap Petrus dalam rilis video youtubenya, Selasa 19 Desember 2023.

"Andaikata Anies dan muhaimin menang, mereka (para Tokoh ini) pasti akan mendesak, mempengaruhi untuk mengeluarkan kebijakan kebijakan publik yang selalu bersifat tendensius ke agama, padahal kita tahu bahwa agama sekali lagi seringkali justru menghambat kemajuan," katanya, dengan nada cemas.

"Itu terus terang mengkuatirkan," Tegas Petrus.

Baca Juga: PDIP Surabaya: Ganjar - Mahfud Paling Peduli Wong Cilik

Petrus juga mengingatkan, di negara-negara yang tidak ada pemaksaan ideologi agama untuk dijadikan ideologi negara untuk dijadikan dasar-dasar yang mengatur, itu negaranya Damai dan bahkan maju.

"Tidak perlu jauh-jauh, negara-negara Asia yang maju maju karena tidak ada pemaksaan ideologi agama seperti di Singapura, Vietnam di Korea Selatan di Jepang," katanya.

Petrus juga mengingatkan kepada para generasi muda untuk berhati-hati, "Jangan mau kalian terus dicekoki oleh agama, ajaran-ajaran yang baik untuk dihayati moralitasnya sehingga menjadi yang seperti Kata Profesor Mahfud yaitu Islami," kata Petrus.

Baca Juga: Puluhan Ribu Keluarga Pensiunan Polisi se Jatim Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Islam itu menjadi pribadi yang baik yang jujur yang toleran yang mencerminkan rahmatan lil alamin itulah islami dan itu bisa diterima.

Tetapi ketika ideologi islam secara harafiah mau dipakai dan dipaksakan menjadi dasar-dasar. kebijakan bernegara dan berbangsa, itu berbahaya, karena sekali lagi doktrin agama itu seringkali bersifat kemutlakan kemutlakan yang nggak boleh ditawar nggak boleh dipikir nggak boleh diuji, karena itu katanya firman Tuhan.

Kemudian, peradaban dan kemajuan dunia dewasa ini khususnya di bidang teknologi tidak dihasilkan oleh oleh pemikir-pemikir agama tapi oleh para sainstis dan para teknokrat.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB