NAWACITAPOST.COM - Ketua Relawam Ganjar Mahfud (RGM), Petrus Loyani, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebesaran jiwa dan kecerdasan intelektualitas Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.
Ungkapan tersebut muncul setelah Gus Yahya mengungkapkan fakta menarik tentang pertumbuhan konstituen NU dalam acara Muskerwil Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah.
Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2023, anggota NU telah mencapai 56,9 persen dari total penduduk Indonesia. Petrus Loyani menyatakan salut terhadap semangat dan visi positif NU yang pro negara, bangsa, dan bukan bersifat sektarian.
Baca Juga: Petrus Loyani Menilai Performance Imin, Gibran & Mahfud dalam Debat Cawapres 2024
Ia menekankan bahwa NU tetap menjadi organisasi sosial, bukan organisasi politik, dengan tujuan menjadi mitra negara untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
"Pokok-pokok pikiran itu menunjukkan kebesaran jiwa dan kecerdasan intelektualitas Gus Yahya selaku ketua PBNU yang perlu diberi salut," ujar Petrus.
Petrus Loyani, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PERJAKIN, menegaskan pentingnya peran umat NU dalam memajukan peradaban, moral, intelektual, sains, dan teknologi.
Baca Juga: Petrus Loyani Countervailing Narasi Tyas Subyakto tentang Jokowi dan Megawati
Meskipun bukan beragama Islam, Petrus menyatakan rasa keselamatan dan kenyamanannya dengan NU.
Dari perspektif politik moral, Petrus menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon nomor 2, Prabowo-Gibran atau Ganjar-Mahfud, yang dianggapnya sebagai pilihan nasionalis.
Namun, ia berharap agar Gus Yahya mempertimbangkan aspek moral dan akhlak dari paslon, mengingat beberapa ketidakmoralan yang terjadi dalam kompetisi pilpres.
Baca Juga: Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia
Petrus menyampaikan harapannya agar umat NU tetap kuat dalam kuantitas dan kualitas intelektual serta moral, serta menolak mendukung paslon nomor 2 karena catatan moral dan hukum yang dianggapnya merusak.
(BNW)
Artikel Terkait
Petrus Loyani, Relawan Ganjar Mahfud: Perlu Reformasi UU Pajak dan Perubahan Mentalitas Wajib Pajak
Hashim Ungkap Korupsi 51 Triliun di Kemenhan, Petrus Loyani Pertanyakan Tindakan Prabowo
Petrus Loyani: TPN dan Relawan adalah 'Penjual' bukan 'Pengganjal' Ganjar-Mahfud
Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia
Petrus Loyani Countervailing Narasi Tyas Subyakto tentang Jokowi dan Megawati
Petrus Loyani Menilai Performance Imin, Gibran & Mahfud dalam Debat Cawapres 2024