NAWACITAPOST.COM — Sebuah drama politik penuh teka-teki sedang berlangsung di jantung pemerintahan Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Lebih dari 24 jam sejak surat konfirmasi resmi dilayangkan oleh awak media Media Nawacita Indonesia, Srifitrah Munawaroh Nasution Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, memilih jalan sunyi. Tidak ada bantahan, tidak ada klarifikasi, bahkan tidak ada sepatah kata pun pembelaan.
Kebisuan mutlak ini bagai bom waktu. Di tengah badai pertanyaan mengenai Rapat Paripurna mendadak, pemangkasan anggaran bencana, hingga misteri hilangnya dana bantuan sosial, sikap diam sang Ketua DPRD tidak lagi dianggap sebagai hak untuk tidak menjawab, melainkan sebuah sinyal bahaya: Dugaan adanya skandal besar yang sedang ditutupi kini semakin menguat.
Empat Pertanyaan yang Mengguncang Kursi Dewan
Lesmanan H Wartawan Media Nawacita Indonesia, sebelumnya telah memberikan tenggat waktu yang sangat longgar. Namun, pertanyaan-pertanyaan krusial yang menyangkut hajat hidup ribuan warga ini tetap membentur dinding kosong:
Baca Juga: Menatap Reruntuhan Sekolah, Menggugat Gurita Korupsi di Dinas Pendidikan Padangsidimpuan
-
Misteri Paripurna APBD 2025: Mengapa Rapat Paripurna pertanggungjawaban APBD digelar mendadak padahal sudah meraih predikat WTP dari BPK? Ada ketidaksesuaian apa yang sengaja disembunyikan?
-
Pemangkasan Anggaran yang Tak Manusiawi: Mengapa DPRD tega mengetok palu pemangkasan dana bencana sebesar Rp1,635 miliar dan bantuan sosial Rp308 juta di saat korban banjir di lapangan masih menjerit meminta bantuan? Mengapa ini dilakukan tanpa sidang dengar pendapat terbuka?
-
Ke Mana Larinya Uang Rakyat?: Di mana selisih besar anggaran yang sudah dicairkan, sementara warga Huta Lombang dan wilayah terdampak lainnya hanya menerima remah-remah—bahkan ada yang belum menerima sama sekali?
-
Pengawasan Formalitas: Mengapa fungsi pengawasan DPRD tampak seperti macan kertas? Apakah ada kesepakatan rahasia untuk saling mengunci mulut?
Baca Juga: Rapat Paripurna APBD Padangsidimpuan 2025: Klaim Transparan atau Tameng Penutup Korupsi?
Dugaan yang Mengkristal: Mengapa Sang Ketua Memilih Diam?
"Dalam prinsip keadilan, diam saat dihujani fakta lapangan yang krusial sering kali diartikan sebagai pengakuan tersirat."
Ketiadaan suara dari sang Ketua DPRD kini memicu analisis tajam dari berbagai elemen masyarakat dan pengamat. Ada lima dugaan kuat yang kini beredar di publik:
-
Kehabisan Alasan Logis: Pertanyaan yang diajukan terlalu menukik dan menembus celah yang selama ini ditutupi. Jujur berarti membongkar borok sendiri; berbohong berisiko pidana di masa depan. Diam dianggap sebagai benteng terakhir.
-
Operasi Senyap "Pembersihan Jejak": Muncul kecurigaan bahwa jeda waktu ini dimanfaatkan untuk melakukan rapat-rapat gelap, menyamakan narasi antarpelaku, memoles dokumen, dan memastikan tidak ada bukti yang saling bertentangan.
-
Solidaritas Hitam (Kesepakatan Tutup Mulut): Kebisuan ini diduga kuat mempertegas adanya komitmen antarlembaga untuk saling melindungi. Menjawab media berarti meruntuhkan tembok pertahanan bersama.
Tags
Terkini
Padangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIBDugaan Pemborong Mengatur Uang Negara: Misteri Saut MT Harahap Bagi-Bagi Anggaran
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:53 WIBSkandal Ratusan Miliar: Konspirasi Empat Elemen Pemda Padangsidimpuan Manipulasi Bantuan Bencana
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIBMisteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIBHanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:41 WIBDulu Garda Depan Pemko, Kini Saut MT Harahap Pimpin Aksi Unjuk Rasa
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:18 WIBMisteri Senjata Api Polisi: Kejanggalan Memar Tubuh dan Pesan Winda Lorenza Curhat pada Sahabat
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:01 WIBMisteri Dana Bantuan Presiden: Korban Banjir Padangsidimpuan Menjerit, Ratusan Miliar Diduga Menguap
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:12 WIBDisahkan Cepat, Pengesahan APBD Padangsidimpuan 2025 Diduga Janggal dan Simpan Misteri
Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:42 WIBDrama Skandal Banjir Padangsidimpuan: Pengesahan APBD 2025 Diduga Jadi Tameng Kebobrokan!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:00 WIBSkandal Padangsidimpuan: Tembok Kebisuan DPRD Tutupi Dugaan Korupsi Bencana Banjir!
Senin, 3 Agustus 2026 | 18:59 WIBBungkam di Tengah Resah, DPRD Padangsidimpuan Diduga Hindari Jawab Dugaan Korupsi Bencana
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:42 WIBGelar Prestasi Rp474 Miliar, Klarifikasi Bea Cukai Batam Justru Telanjangi Kelemahan Intelijen Kepabeanan
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIBHeboh di Medsos, Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak dan Jasadnya Hilang
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIBCurhat Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya saat Bertemu Wali Kota Tanjungbalai: Masih Pengin Sekolah
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:19 WIBSita Rp474 Miliar, Bea Cukai Batam Ditantang Buka-bukaan Status Hukum Cukong
Jumat, 24 Juli 2026 | 13:24 WIBDana Hibah dan Bantuan PIP Disorot, Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Didesak Buka Dokumen Pengelolaan Anggaran
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIBSandiwara di Balik Tirai Sutra? Dugaan Data Fiktif Korban Banjir Padangsidimpuan Seret Sorotan ke DPRD dan Pemko
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIBRp300 Juta Diduga Raib Tanpa Bangunan, Warga Sihitang Desak Kejatisu Periksa Peran Mantan Sekda Letnan Dalimunthe
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIBSkandal Amplop Cokelat di Hutan Produksi: KPK Buru Aktor Utama di Balik Seretan Kasus Menhut Raja Juli Antoni!
Jumat, 17 Juli 2026 | 12:11 WIB