Selasa, 30 Juni 2026

Misteri Anggaran 5 Miliar: Jejak Laptop "Libera" Gaib, Kadis Pendidikan Pesawaran Bungkam!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 12 Mei 2026 | 19:40 WIB
Tampak depan SDN 15 Way Lima, Pesawaran, Lampung  (Amrulloh Nawacita)
Tampak depan SDN 15 Way Lima, Pesawaran, Lampung (Amrulloh Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Aroma tak sedap menyeruak dari balik meja Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Lampung. Teka-teki mengenai pengadaan ratusan unit laptop senilai miliaran rupiah kini menjadi sorotan tajam publik. Pertanyaan besar muncul: Ke mana perginya 200 unit laptop merek Libera yang dianggarkan pada tahun 2021 silam?

Proyek Fantastis yang Menjadi "Hantu"

Data yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan pembelian laptop merek Libera sebanyak 200 unit dengan harga yang fantastis, yakni Rp25 juta per unit. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp5 miliar dari APBD Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2021.

Kasus ini pun tidak main-main; LSM Garda telah resmi melaporkan dugaan penyimpangan ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran. Namun, bak ditelan bumi, penelusuran awak media di lapangan hingga kini belum berhasil menemukan satu pun keberadaan fisik laptop merek Libera tersebut.

Baca Juga: Pestanya Meriah, Sampahnya Mewah! Wajah Alaman Bolak Lumpuh Terkubur Limbah

2025: Muncul "Zyrek", Hilang "Libera"

Ironisnya, saat publik mempertanyakan sisa-sisa anggaran 2021, muncul bantuan baru di tahun 2025. Salah satunya di SDN 15 Way Lima, yang menerima bantuan laptop merek ZYREK.

Kepala Sekolah SDN 15 Way Lima, Eri Widodo, mengaku tidak tahu-menahu soal riwayat bantuan sebelumnya.

"Bantuan laptop sebelumnya saya tidak tahu, karena saya baru menjadi kepala sekolah di sini," ujarnya singkat.

Ketidaksingkronan data ini memicu kecurigaan: Apakah pengadaan tahun 2025 merupakan "tambal sulam" dari anggaran yang dipermasalahkan di tahun 2021? Ataukah ini dua lubang masalah yang berbeda?

Kepala Dinas "Alergi" Wartawan?

Sikap bungkam diperlihatkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, Anca Martha Utama N, S.STP., M.M., M.P. Alih-alih memberikan klarifikasi transparan mengenai penggunaan uang negara miliaran rupiah tersebut, sang Kadis seolah "alergi" terhadap awak media.

Baca Juga: Gema Persatuan dari Tanah Khatulistiwa: BRN Kalbar Siap Pasang Badan Kawal Program Strategis Nasional!

Meski prosedur formal seperti pengisian buku tamu telah dilakukan untuk konfirmasi terkait pengadaan tahun 2021 dan 2025, hingga saat ini tidak ada respons sama sekali. Bungkamnya pihak dinas kian memperkuat spekulasi adanya praktik mark-up yang ditutup-tutupi.

Kejaksaan di Bawah Sorotan Publik

Harapan kini bertumpu pada korps Adhyaksa. Namun, upaya konfirmasi ke Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Selasa (12/5/2026) pun menemui jalan buntu. Kasi Intel dikabarkan belum bisa ditemui karena adanya agenda inspeksi dari Kejaksaan Tinggi Lampung.

"Publik kini menunggu keberanian penegak hukum. Jangan sampai uang rakyat menguap dalam skema pengadaan yang diduga penuh manipulasi."

Akankah tabir gelap dugaan korupsi laptop di Dinas Pendidikan Pesawaran ini terungkap? Ataukah laporan LSM Garda hanya akan berakhir menjadi tumpukan kertas tanpa eksekusi? Rakyat Pesawaran menanti nyali sang jaksa.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini