Minggu, 12 Juli 2026

Pimpinan DPRD dan PCNU Surabaya Kompak Kawal Aspirasi Umat

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 19 Mei 2026 | 23:15 WIB
Pimpinan DPRD Surabaya berkunjung ke PCNU Surabaya, Selasa (19/6/2026)
Pimpinan DPRD Surabaya berkunjung ke PCNU Surabaya, Selasa (19/6/2026)

NAWACITAPOST.COM – Pimpinan DPRD Surabaya mendatangi kantor PCNU Surabaya di Jalan Bubutan Gang IV/2, Selasa (19/5/2026). Pertemuan yang dipimpin Syaifuddin Zuhri bersama Bahtiyar Rifai dan Laila Mufidah itu berlangsung tertutup namun penuh catatan penting soal kepentingan umat.

Dalam dialog tersebut, pengurus PCNU menyampaikan berbagai persoalan warga. Mulai masalah sosial, ekonomi, keamanan lingkungan hingga usulan penghormatan kepada tokoh pendiri Nahdlatul Ulama di Surabaya agar tidak dilupakan generasi muda.

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan lembaganya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari kalangan kiai dan warga NU. Ia menyebut DPRD wajib menjadi penyambung suara rakyat, bukan sekadar lembaga formal pembuat kebijakan.

“Kami ini bagian dari keluarga besar NU. Kalau ada yang kurang, kami mohon diingatkan. Semua aspirasi masyarakat akan kami catat dan kami sampaikan ke pemerintah kota,” tegas Syaifuddin.

Salah satu usulan yang mengemuka ialah pemberian nama jalan menggunakan nama pendiri NU. Usulan itu dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa ulama yang ikut menjaga nilai kebangsaan dan membangun Surabaya sejak awal.

Menanggapi usulan tersebut, Syaifuddin memastikan DPRD akan mengawal pembahasannya bersama Pemkot Surabaya. Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat harus masuk proses kajian hingga tahap keputusan agar tidak berhenti sebagai simbol politik semata.

“Kita note usulan itu. Nanti kami undang pemkot untuk membahas kemungkinan realisasinya sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu kita,” ujarnya.

Ketua PCNU Surabaya KH Masduki Toha menegaskan sinergi ulama, legislatif dan pemerintah harus diperkuat agar pembangunan kota benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil, bukan hanya fokus pada pembangunan fisik semata.

“Kami berharap ada kolaborasi nyata antara legislatif, eksekutif dan masyarakat. Aspirasi para kiai dan warga harus diperjuangkan demi kemaslahatan bersama,” kata KH Masduki Toha.

Pertemuan DPRD dan PCNU Surabaya ini menjadi sinyal bahwa hubungan legislatif dan organisasi keagamaan mulai diarahkan lebih konkret. Tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi juga untuk menyerap langsung suara akar rumput di tengah masyarakat. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini