Rabu, 29 Juli 2026

Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Usut Tuntas

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram.com/@dedimulyadi17)
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram.com/@dedimulyadi17)

NAWACITAPOST.COM — Tragedi mencekam menyelimuti kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Kematian Sumarna (41), seorang satpam yang ditemukan mengambang di perairan waduk dalam kondisi mengenakan seragam lengkap dan kedua tangan terborgol pada Jumat (24/7/2026), kini memicu perhatian serius publik serta otoritas tertinggi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas meminta jajaran Polres Purwakarta untuk bergerak cepat dan mengungkap tabir kematian yang dinilai tak wajar tersebut.

Dalam laporannya kepada Gubernur, pihak Polres Purwakarta mengonfirmasi bahwa sejauh ini belasan saksi telah diperiksa demi merangkai petunjuk misteri ini.

Baca Juga: Dahsyat! Ledakan Maut Ratakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan

“CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan, kemudian Ada hipotesa-hipotesa atau kemungkinan berkaitan dengan korban seperti masalah pribadi atau keluarga sudah kami dalami,” ucap pihak Polres Purwakarta, dikutip dari unggahan video di akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026).

Buka Suara Soal Celah Keamanan Objek Vital

Di balik misteri terborgolnya korban, penyelidikan polisi sempat membentur tembok tebal akibat minimnya infrastruktur pengawasan di dalam area waduk. Tim penyidik mengakui harus memutar otak dan melacak rekaman dari lokasi luar.

“Itu kendala kami, karena di seputaran tidak ditemukan CCTV. Namun, kami mencari CCTV di luar, di jalan raya,” imbuh pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyayangkan lemahnya standar keamanan pada kawasan strategis penopang jutaan nyawa masyarakat itu. Pasalnya, selain rekaman visual yang minim, area tersebut juga dilaporkan sangat minim penerangan.

Baca Juga: Rp300 Juta Diduga Raib Tanpa Bangunan, Warga Sihitang Desak Kejatisu Periksa Peran Mantan Sekda Letnan Dalimunthe

“Ini titik lemah PJT II, ini bendungan yang menjamin keselamatan warga di Bekasi, Karawang, sampai Jakarta. Masa objek vital enggak ada CCTV-nya? Bahkan harus ada command center biar ada yang mengawasi 24 jam,” jelas Dedi.

Desak Pembuktian Polisi

Meski dihadapkan pada kendala penerangan dan kamera pengawas di lokasi kejadian, Dedi terus mendesak kepolisian agar tidak mengendurkan perburuan dan segera memberi kepastian hukum bagi keluarga korban maupun masyarakat.

“Yang jelas, optimis bisa tangkap pelakunya ya?” tanya Dedi.

“Optimis bisa (diungkap),” jawab salah satu anggota Polres Purwakarta.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti, menelusuri CCTV di sekitar jalur kerja korban, mendalami keterangan 15 saksi, serta menunggu hasil resmi otopsi untuk membongkar penyebab pasti kematian sang petugas keamanan.(***)

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-hati! Penipuan Berkedok Menang Undian

Senin, 20 Juli 2026 | 20:42 WIB