Sabtu, 12 September 2026

Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, PFI Surabaya Gelar Doa Bersama dan Soroti Keselamatan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Sabtu, 12 September 2026 | 00:37 WIB
Sejumlah jurnalis mengikuti doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian setelah hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Doa bersam
Sejumlah jurnalis mengikuti doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian setelah hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Doa bersam

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Perhatian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mendapat perhatian dari berbagai kalangan insan Pers. Di Surabaya, para jurnalis menggelar doa bersama sekaligus menyalakan lilin untuk mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Doa bersama digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Surabaya bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya dan sejumlah wartawan di depan Taman Apsari, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Humas Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Khoirul Anam. Para jurnalis berkumpul untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga serta berharap proses pencarian oleh tim SAR gabungan segera membuahkan hasil.

Ketua PFI Kota Surabaya Suryanto mengatakan kegiatan tersebut bukan aksi demonstrasi, melainkan murni doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama jurnalis yang tengah menjalankan tugas.

“Ini sebenarnya bukan aksi, tapi ini adalah doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga orang kru yang saat ini masih dalam pencarian. Harapan kami kelima jurnalis dan tiga orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat,” ujar Suryanto.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Dalam doa bersama tersebut, para wartawan juga menyalakan lilin. Menurut Suryanto, lilin menjadi simbol harapan agar seluruh jurnalis dan kru kapal yang masih dicari segera ditemukan.

“Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan,” katanya.

PFI Pantau Proses Pencarian

PFI Surabaya bersama PFI Nasional terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan pencarian. Koordinasi dilakukan dengan organisasi jurnalis, tim SAR gabungan, hingga keluarga para jurnalis.Selain itu komunikasi juga dilakukan dengan perusahaan media tempat para jurnalis bekerja.

Suryanto mengatakan, pihak Anadolu Agency sebagai tempat Firman Daus bekerja telah mengetahui kejadian tersebut dan turut berkomunikasi dengan Tim SAR dan Basarnas.

“Pihak tempat Mas Daud bekerja sudah tahu dan sudah melakukan pendekatan sendiri kepada Tim SAR dan Basarnas,” ujarnya.

Di tengah proses pencarian tersebut, PFI Surabaya juga menyoroti pentingnya keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah berisiko tinggi.
Menurut Suryanto, jurnalis memang dituntut mendekati objek liputan untuk mendapatkan informasi maupun gambar, tetapi kedekatan tersebut harus tetap memperhitungkan risiko keselamatan.

“Sebagai jurnalis, kita memang harus mendekat, tetapi tidak boleh terlalu dekat dan tidak boleh terlalu jauh. Mitigasi risiko itu memang harus dihitung,” katanya.

PFI Dorong Pelatihan Keselamatan Jurnalis

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak selalu dapat diprediksi.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini