Senin, 14 September 2026

Kebakaran Wisata Bromo Meluas, Kepanikan Melanda Pengunjung Hingga Akses Ditutup Total

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 14 September 2026 | 10:55 WIB
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo makin meluas hingga membuat kepanikan sampai ke area Bromo Hillside. (Threads.com/@berryminor)
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo makin meluas hingga membuat kepanikan sampai ke area Bromo Hillside. (Threads.com/@berryminor)

NAWACITAPOST.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Bromo kian tak terkendali dan meluas ke berbagai titik.
 
Kobaran api yang makin membesar bahkan telah mencapai kawasan Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga memicu kepanikan massal para wisatawan.

Kepanikan pengunjung terekam jelas dalam video yang viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Threads @berryminor. Video tersebut memperlihatkan situasi mencekam saat api mengepung area Cafe 360 Bromo Hillside pada Sabtu, (12/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
 
 
Kabut asap tebal merangsek masuk ke area kafe dari berbagai sisi, disertai semburat warna oranye dari nyala api di sisi tebing. Para pengunjung tampak berlarian menyelamatkan diri.

“Ya Allah, aduh mbak, mbak. Tolong,” teriak perekam video dalam rekaman tersebut.

Pemilik akun Threads itu juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi kejadian.

“Buat kalian yang sedang berada di sekitar kawasan Jemplang dan Ngadas, harap lebih waspada dan utamakan keselamatan,” tulis pemilik akun, dikutip pada Minggu, 13 September 2026.
 

Peristiwa kebakaran ini bermula dari vegetasi kering di kawasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (12/9) sore.
 
Hembusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merembet turun membakar savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies, hingga meluas ke wilayah Pos Jemplang.
 
Tiupan angin yang sangat kuat bahkan memicu munculnya pusaran debu berasap atau dust devil di titik kebakaran, serta membuat api nyaris menyentuh akses jalan utama Ngadas-Ranupani.

Petugas gabungan sempat melakukan upaya pemadaman, namun kondisi cuaca ekstrem memicu api kembali berkobar.
 

“Begitu kita tinggal, kita bergeser, ternyata api muncul lagi karena memang pada saat malam itu ada sedikit angin yang kencang, sehingga membantu percepatan untuk munculnya api," ujar Kapolsek Sukapura, Probolinggo, Iptu Djuwantoro Setyowadi dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu, (13/9/2026).

Merespons ancaman keselamatan yang semakin meningkat, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengambil langkah tegas dengan menutup total seluruh akses kunjungan wisata Gunung Bromo terhitung sejak Sabtu, 12 September 2026.

“Sehubungan dengan semakin meluasnya kebakaran hutan di kawasan Bromo, kunjungan wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 12 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut,” bunyi keterangan resmi pihak BBTNBTS, Minggu (13/9).

Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil mengingat tingginya risiko akibat musim kemarau yang membuat vegetasi dan rerumputan dalam kondisi sangat kering.
 
 
Potensi angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta asap tebal yang mengganggu jarak pandang menjadi pertimbangan utama demi keamanan dan keselamatan masyarakat.
 
Pihak BBTNBTS mengimbau warga yang tidak berkepentingan untuk menjauhi area terdampak agar tidak mengganggu proses pemadaman.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini