NAWACITAPOST.COM — Tabir gelap yang selama dua tahun menyelimuti mahligai rumah tangga dan integritas abdi negara di Kota Angin akhirnya runtuh dengan cara yang paling memilukan.
Sebuah drama pengkhianatan yang dirajut rapi di balik dinding-dinding kepalsuan meledak dalam sebuah penggerebekan dramatis yang mengguncang ketenangan Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kelurahan Begadung, Nganjuk, Jawa Timur, pada Jum'at (17/4/2026).
Kini, nasib AN, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, berada di titik nadir. Reputasi yang dibangunnya bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk setelah identitasnya dikonfirmasi langsung oleh pihak otoritas sebagai pemeran utama dalam skandal asmara terlarang yang mencoreng muka instansi pemerintah.
Baca Juga: Gempur Sawah Besar, Polisi Bongkar Jaringan Obat Maut
Konfirmasi Pahit Disnaker: "Benar, Dia Staf Kami"
Setelah sempat menjadi teka-teki yang menghiasi desas-desus warga, Sekretaris Disnaker Nganjuk, Singgih Wiratno, akhirnya angkat bicara demi memberikan kejelasan publik.
Melalui sambungan telepon pada Senin (20/4/2026), dengan nada bicara yang berat dan penuh keprihatinan, ia membenarkan bahwa sosok wanita berinisial AN yang terekam kamera tertutup handuk oranye saat penggerebekan itu adalah pegawainya sendiri.
"Iya betul, beliau (AN red) ASN PPPK paruh waktu. Per Januari 2026, AN bertugas sebagai staf di bidang pelayanan Penempatan Tenaga Kerja (Penta)," tegas Singgih.
Baca Juga: Malam Jum'at Berdarah Dingin, Polda Metro Jaya Bongkar ‘Pabrik Maut’ Tembakau Sintetis
Misteri Pelarian: Bungkamnya Sang Abdi Negara
Meski api skandal ini telah membakar habis martabat instansi, keberadaan AN hingga kini masih diselimuti misteri. Upaya formal dari pihak Disnaker untuk memanggil yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi pada Senin sore menemui jalan buntu. Ruang kerja yang seharusnya diisi oleh pelayan masyarakat kini kosong, meninggalkan beban moral yang amat besar bagi rekan sejawatnya.
"Rencana hari ini pukul 15.30 WIB kami panggil, namun hingga saat ini ketika dihubungi belum bisa tersambung," tambah Singgih.
Namun, kabar terakhir Singgih menyebutkan bahwa AN masih harus berhadapan dengan penyidik Polres Nganjuk guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam rentetan peristiwa yang memicu amuk massa tersebut.
Artikel Terkait
Revolusi Pengawasan di Kemnaker! Yassierli: Awas Ada Itjen, Diubah
Kamuflase Maut di Jantung Gambir Terbongkar! Polisi Gerebek Toko Ikan Hias Berdarah Dingin
Kilas Balik Diplomasi: Akankah Islamabad Menjadi Saksi Akhir dari Konflik AS-Iran?
Rahasia Gelap Dua Tahun Terbongkar dalam Penggerebekan Dramatis di Nganjuk
GEMPAR! Cinta Terlarang Oknum Polisi & ASN Nganjuk Terbongkar: Drama Pengintaian Berujung Amuk Massa