NAWACITAPOST.COM — Kedamaian sore di Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kelurahan Begadung, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pecah seketika pada Jum'at (17/4/2026).
Pasalnya, sebuah drama dugaan perselingkuhan yang telah dirajut rapi dalam bayang-bayang selama dua tahun akhirnya tersingkap, memicu kemarahan massa dan meninggalkan noda hitam pada martabat instansi publik.
Dilansir dari situs media KabarBaik.co Ketegangan mencapai titik didih ketika sebuah rumah kontrakan yang tampak sunyi tiba-tiba dikepung oleh keluarga suami dari seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AN.
Baca Juga: Revolusi Pengawasan di Kemnaker! Yassierli: Awas Ada Itjen, Diubah
Sementara AN, yang diketahui bekerja sebagai pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Nganjuk, tertangkap basah sedang berada di dalam rumah tersebut bersama seorang pria berinisial DEP, oknum yang diduga anggota Polres Nganjuk.
Detik-Detik Ketegangan
Penggerebekan ini bukanlah aksi spontan, melainkan puncak dari akumulasi kecurigaan keluarga yang telah membuntuti gerak-gerik keduanya. Duka, perwakilan pihak keluarga suami AN, mengungkapkan bahwa kecurigaan ini sudah muncul sejak dua tahun lalu, seiring dengan retaknya hubungan rumah tangga AN dengan suaminya.
"Tadi kami sudah meminta mereka keluar baik-baik, tetapi mereka bersikeras mengunci diri di dalam. Karena tidak ada iktikad baik, saya berinisiatif menghubungi rekan-rekan anggota," ungkap Duka dengan nada yang masih bergetar menahan amarah.
Baca Juga: Kamuflase Maut di Jantung Gambir Terbongkar! Polisi Gerebek Toko Ikan Hias Berdarah Dingin
Suasana semakin panas ketika massa yang berkumpul di luar rumah mulai kehilangan kesabaran. Teriakan cercaan menggema di seluruh kawasan perumahan, menuntut kedua oknum pelayan masyarakat tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Amuk Massa yang Tak Terbendung
Puncak kekesalan warga tumpah ruah pada kendaraan yang terparkir di depan rumah kontrakan tersebut. Sebuah mobil Honda Jazz dengan nomor polisi AA 1466 T menjadi sasaran pelampiasan kemarahan.
Dalam sekejap, keempat ban mobil dikempeskan secara paksa. Tidak berhenti di situ, bodi mobil tersebut menjadi sasaran kekejian massa; goresan-goresan dalam menghiasi seluruh permukaan kendaraan akibat hantaman benda tajam dan tumpul.
Artikel Terkait
Laju Digital Tak Terbendung: Kemnaker Gandeng TikTok Bidik 100.000 Talenta Baru Lewat Program BISA
Gempa Tektonik Di Lembaga Negara! 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Diciduk Kejagung
Menuju Pilpres 2029: Duet Dedi Mulyadi – Basuki Tjahaja Purnama, Kombinasi Ideal Akar Rumput dan Teknokratik?
RSUD Teluk Pucung Tebas Fitnah Gratifikasi, Tegaskan Integritas di Atas Sistem Negara
Gema Transformasi di Lantai Pabrik: Menaker Serukan Era Baru Hubungan Industrial yang "Naik Kelas"