Kamis, 4 Juni 2026

Revolusi Pengawasan di Kemnaker! Yassierli: Awas Ada Itjen, Diubah

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 17 April 2026 | 16:17 WIB

NAWACITAPOST.COM — Dalam sebuah pernyataan yang mengguncang dinding-dinding ruang Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemnaker 2026, Rabu (15/4/2026) malam, Yassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengeluarkan ultimatum keras.

Ia secara resmi menyatakan berakhirnya era pengawasan internal yang hanya bekerja layaknya "pemadam kebakaran"—datang terlambat setelah gedung birokrasi dilalap api penyimpangan.

Di hadapan jajaran Inspektorat Jenderal (Itjen) yang terpaku, Yassierli menegaskan bahwa paradigma lama yang menempatkan auditor sebagai "penunggu kesalahan" harus segera dimusnahkan.

Baca Juga: Kebutuhan Penyuluh Masih Tinggi, BPPSDM Kementan Fokus Kembangkan SDM Pertanian

Ia menuntut perubahan radikal: dari pengawasan yang bersifat menghukum menjadi sistem deteksi dini yang bersifat menyelamatkan.

Akhir dari Jargon "Awas Ada Itjen"

Dengan nada tegas yang membelah keheningan ruang rapat di Bogor tersebut, Yassierli menantang seluruh aparat pengawas untuk mengubah citra yang selama ini menghantui setiap unit kerja. Selama ini, kedatangan Itjen sering kali diselimuti ketakutan, sebuah momen di mana birokrat merasa sedang "diintai" untuk dicari kesalahannya.

 

 

"Saya ingin mengakhiri jargon ‘Awas Ada Itjen’. Ubah persepsi itu menjadi ‘Untung Ada Itjen’," seru Yassierli.

Baginya, keberhasilan seorang auditor tidak lagi diukur dari setebal apa tumpukan dokumen temuan penyimpangan yang mereka kumpulkan di meja menteri.

Baca Juga: Ditjen LIP Kementan RI Fokus Garap Irigasi Tersier, Koordinasi Sekunder dengan Kementerian PU

Sebaliknya, kesuksesan sejati adalah ketika sebuah instansi mampu berjalan mulus, bersih, dan akuntabel tanpa adanya satu pun skandal yang mencuat ke permukaan karena potensi masalah telah dijinakkan jauh sebelum ia meledak.

Senjata Baru: Big Data dan Kecerdasan Buatan

Tak sekadar retorika, Menaker membawa visi masa depan bagi institusi yang dipimpinnya. Ia menuntut Itjen bertransformasi menjadi unit intelijen birokrasi dengan memanfaatkan mahadata (Big Data) dan Artificial Intelligence (AI).

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini