Selasa, 21 Juli 2026

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Penerima Santunan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB

NAWACITAPOST.COM - Dana santunan kematian dalam jumlah besar kerap menjadi tantangan penerima manfaat atau keluarga ditinggalkan. Tanpa perencaan yang matang, uang duka yang seharusnya menjadi penyambung hidup justru berpotensi lenyap dalam waktu singkat karena kebutuhan konsumtif.

BPJS Ketenagakerjaan menjawab persoalan tersebut. Langkah terobosan diambil melalui kolaborasi strategis di Tuban. Para ahli waris pekerja kini tidak sekadar menerima dana transferan, melainkan dibekali amunisi agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Solusi Bangun Indinesia (SBI) Tbk Tuban resmi meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi penerima manfaat.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja menyampaikan, program PEKA hadir untuk memastikan santunan dapat dimanfaatkan secara produktif. "Secara regulasi tugas utama memang memastikan hak ahli waris cair, namun kondisi di lapangan menunjukkan mereka butuh pendampingan lanjutan untuk melanjutkan hidup," tuturnya.

Dia melanjutkan, dalam praktiknya, pihak kepolisian dan penyelenggara harus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban serta CSR perusahaan. Peluncuran di Tuban menjadi yang keempat di Jawa Timur setelah Malang, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Istimewanya, pelaksanaan di Tuban melibatkan pelatihan literasi keuangan langsung dari Bank Syariah Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi model acuan bagi daerah lain dalam mengelola dana santunan secara pihak.

General Manager PT SBI Tbk Priyatno menyambut hangat kolaborasi yang sejalan dengan visi pemberdayaan perusahaan. Pihaknya kini tidak hanya memfasilitasi penerima manfaat untuk memproduksi suatu barang, tetapi juga menjamin rantai pemasarannya. "Setiap kali perusahaan atau Pemkab Tuban menggelar agenda remis, produk-produk buatan ahli waris tersebut bakal diprioritaskan sebagai komoditas utama," ujarnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono menuturkan, pihaknya siap menyukseskan program PEKA tersebut. Dia mengapresiasi perusahaan yang menyambut langkah baik ini dengan terus berkolaborasi dan sinergi.

Dia berharap, langkah ini dapar memberi manfaat ahli waris ditinggalkan. Sebab, target akhirnya jelas yakni mencetak ahli waris yang mandiri secara finansial dan memiliki unit usaha yang terus berkembang di masa depan. "Langkah bertahap ini akan terus disortir sesuai minta dan potensi para penerima manfaat," tutur Denny. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Hati-hati! Penipuan Berkedok Menang Undian

Senin, 20 Juli 2026 | 20:42 WIB