Mereka memilih gubernur yang dianggap mampu mengurus seluruh Jawa Timur.
Maka, apa isu yang harus dibawa Eri?
Jika suatu hari Eri benar-benar maju, menurut opini redaksi, ia seharusnya tidak menjual slogan "Surabaya hebat" ke Jawa Timur.
Itu terlalu kecil.
Ia harus menjual "Jawa Timur terkoneksi."
Infrastruktur harus menjadi salah satu pintu masuk: konektivitas antarwilayah, jalan provinsi, transportasi publik, pelabuhan, kawasan industri, pertanian, pariwisata dan logistik.
Tetapi infrastruktur saja tidak cukup.
Isu kedua harus ekonomi dan lapangan kerja.
Jawa Timur membutuhkan gubernur yang mampu menghubungkan kawasan industri dengan tenaga kerja lokal, UMKM dengan rantai pasok industri, pendidikan vokasi dengan kebutuhan perusahaan, serta desa dengan pasar.
Isu ketiga adalah kesehatan dan pendidikan.
Sebab politik gubernur tidak boleh berhenti pada proyek fisik. Rakyat ingin merasakan manfaat pemerintahan dalam bentuk layanan yang lebih mudah, murah dan cepat.
Dan isu paling penting adalah kesenjangan antarwilayah.
Jika Eri ingin naik kelas dari wali kota menjadi calon gubernur, ia harus mampu menjawab satu pertanyaan sederhana:
Apa yang akan dilakukan untuk warga Pacitan, Banyuwangi, Madura, Jember, Madiun, Kediri, Malang, Bojonegoro, Tuban, hingga Surabaya?
Jika jawabannya kuat, Eri punya peluang.
Jika jawabannya masih berkutat pada Surabaya, maka jalan menuju Grahadi akan sangat panjang.