Angka 25 persen tersebut berkurang dari capaian 2019, yakni sebesar 30 persen.
"Karena kader saya mengandalkan militansi, calon legislatif saya, dan itu perintah saya, tidak boleh ada money politik. Anak-anak saya pun tidak pakai money politik, karena tidak sesuai dengan jargon untuk melayani," sebutnya.
Turunnya suara PDIP dan kekalahan Ganjar-Mahfud menurut Rudy disebabkan banyak hal, di antaranya bantuan sosial dan BLT yang sudah ditransfer.
Baca Juga: Saksi-Saksi PDIP Surabaya Kawal Ketat Rekap Suara Pemilu 2024
Kemudian juga kencangnya money politik. "Itu kan kencang sekali, dan saya memang melarang. Kalau kamu memang disukai oleh rakyat, ya kamu dipilih. Namun, kamu door to door-nya harus menyampaikan apa yang akan kamu lakukan setelah terpilih menjadi wakil rakyat." ***
Artikel Terkait
Saksi-Saksi PDIP Surabaya Kawal Ketat Rekap Suara Pemilu 2024
PSI Surabaya Optimis Raih Kursi di DPRD: Erick Komala Soroti Proses Rekapitulasi
Server siREKAP 'Diduga' ada diluar negeri, KPU Melanggar UU?
Pembangunan Pelabuhan Probolinggo Dipertanyakan: MAKI Jatim Tuntut Pencopotan Kadishub Jatim
Wakil Ketua DPRD Desak Bawaslu Tangkap Komprador Politik Pemilu 2024!