Sabtu, 13 Juni 2026

FX Rudy Blak-blakan Ungkap Penyebab PDIP Masih Unggul tapi Ganjar-Mahfud Anjlok

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 19 Februari 2024 | 12:58 WIB
Ketua DPC PDIP Solo, FX. Hadi Rudyatmo yang akarab disapa FX. Rudy (Istimewa)
Ketua DPC PDIP Solo, FX. Hadi Rudyatmo yang akarab disapa FX. Rudy (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Ketua DPC PDIP Solo, FX. Hadi Rudyatmo yang akarab disapa FX. Rudy, merespons soal perolehan suara PDIP yang unggul, namun tidak sejalan dengan pasangan calon yang diusungnya, yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Rudi menyinggung soal penyebab hal tersebut, salah satunya adalah sikap simpatisan PDIP.

Dia menyebut tidak sedikit simpatisan yang mengkampanyekan calon legislatif (Caleg) PDIP, namun tidak mengkampanyekan Ganjar-Mahfud.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Desak Bawaslu Tangkap Komprador Politik Pemilu 2024!

Pengakuan itu disampaikan oleh Rudy di kediamannya di Kelurahan Pucang Sawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, pada Sabtu 17 Februari 2024.

Ia pun mengaku kecewa dengan sikap para simpatisan, sebab partainya sudah berpuluh-puluh tahun merawat konstituen.

Berdasarkan hasil real count KPU pada Minggu 18 Februari, PDIP meraup suara tertinggi dengan angka 16,19%, sementara suara pasangan nomor urut 3, Ganjar - Mahfud, berada di angka terendah, yakni 17,57%.

Suara yang masuk ini dari 548.354 dari 823.236 TPS atau sekitar 66,61%.

Baca Juga: Pembangunan Pelabuhan Probolinggo Dipertanyakan: MAKI Jatim Tuntut Pencopotan Kadishub Jatim

"Kembali lagi ke semua, saya tidak akan mengarang yang macam-macam untuk perhitungan sementara Quick Count-nya seperti itu, ya kita menunggu saja hasil keputusan KPU yang resmi," ucap Rudi.

Menurut Rudy, dalam kompetisi, harus ada yang menjadi juara dan ada yang tidak. "Ya, kalau memang sudah ada pemenangnya keputusan KPU, ya apapun harus dilakukan sebagai rakyat Indonesia," tambah Rudy.

Suara PDI Perjuangan di Kota Solo, kata Rudy, kira-kira mencapai 25 persen. "Kita masih unggul tanpa money politik," tegasnya.

Baca Juga: Server siREKAP 'Diduga' ada diluar negeri, KPU Melanggar UU?

"Semua hanya pelayanan membantu kepentingan masyarakat umum, bukan orang per orang," imbuh Rudy.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB