NAWACITAPOST.COM — Ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara mendadak memanas pada Kamis (11/06/2026). Tabir misteri dan kejanggalan dalam kasus yang menjerat Arif Al Qurniawan mulai terkelupas satu per satu. Tim Kuasa Hukum terdakwa dari Kantor Hukum Pelita Konstitusi secara agresif membongkar adanya kontradiksi fatal terkait alat bukti dan keterangan para saksi yang dinilai penuh dengan kejanggalan.
Sorotan tajam tertuju pada inkonsistensi ingatan saksi kunci yang berubah drastis dalam hitungan bulan. Sebuah pertanyaan besar menyeruak: Ada apa di balik perubahan kesaksian ini?
Plot Twist Persidangan: Logika Hukum yang Dipertanyakan
Dongan N Siagian, SH, Ketua Tim Kuasa Hukum, didampingi rekan-rekannya diantaranya Haris Dermawan, SH, MH, Bayu Subronto, SH, Rawi Krena, SH, MH, Arif Cahyadi Harahap, SH, dan Satria Adiguna, SH, membongkar sebuah anomali besar dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Egi dan saksi berinisial R.
Baca Juga: Skandal Sibulutolang: Wali Kota Meninjau, Borok Anggaran Pendidikan Padangsidimpuan Terbongkar!
Garis Waktu Perubahan Keterangan Saksi:
12 Desember 2025 (BAP Awal): Saksi dengan tegas menyatakan alat yang digunakan dalam peristiwa tersebut adalah Besi.
26 Februari 2026 (Pemeriksaan Lanjutan): Dua bulan berselang, ingatan saksi mendadak berubah. Alat tersebut diklaim sebagai Celurit.
"Pertanyaan sederhananya adalah: mengapa keterangan yang diberikan ketika ingatan masih segar, justru berubah setelah dua bulan? Dan perubahan tersebut bukan mengenai hal sepele. Besi dan celurit merupakan dua benda yang sangat berbeda bentuk, karakteristik, dan konsekuensi hukumnya!" tegas Dongan N Siagian dengan nada retoris di hadapan para awak media.
Fakta Mengejutkan: Korban Diduga Menyerang Brutal Terlebih Dahulu
Tidak hanya soal senjata, fakta persidangan hari itu justru membalikkan narasi liar yang berkembang di publik. Berdasarkan pengakuan saksi Egi dan R di dalam ruang sidang, terungkap sebuah plot dramatis: Terdakwa Arif Al-Qurniawan sebenarnya adalah korban serangan brutal yang terpaksa membela diri.
Baca Juga: Saat Nyawa Bertaruh Waktu, Pasien Sekarat Terpaksa Memburu Keadilan ke Polisi!
Fakta mengerikan yang terungkap di persidangan menunjukkan:
-
Saksi Egi dan korban diduga kuat yang terlebih dahulu menyerang Arif secara membabi buta.
-
Serangan awal tersebut menggunakan Celurit.
-
Akibat serangan itu, Arif Al-Qurniawan mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan.
-
Dalam kondisi terdesak dan bersimbah darah, Arif terpaksa mengeluarkan pisau dari pinggangnya demi mempertahankan nyawanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Artikel Selanjutnya
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Tags
Terkini
Operasi Senyap Terbongkar: Bea Cukai Sumbawa Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:58 WIB Skenario Kejar-kejaran Dramatis, Bea Cukai Malang Gagalkan Penyelundupan 90.000 Batang Rokok Ilegal
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:58 WIB Eks Kadis ESDM Jatim Nurkholis Akui Terima Rp 30 Juta, Sapi Kurban, dan Dua Keping Emas
Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:33 WIB Poster Pencarian Dwi Bagus dan Ibu-Anak yang Hilang di Madiun Beredar, Jatanras Polda Jatim Lakukan Pengejaran
Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:30 WIB Dugaan Pencucian Buah Sawit di KTSN Desa Lindai Tapung Hulu Berdamai, Pengurus Ingatkan, Kalau Ketangkap Lagi, Harus Diproses Hukum
Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:13 WIB Kemenhut Amankan 23 Kontainer Kayu Merbau dari Nabire di Surabaya, Dokumen Diduga Palsu
Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:32 WIB Saksi Ungkap Perintah Aris Mukiyono Ambil Uang, Dugaan Pungli Izin Tambang ESDM Jatim Disidangkan
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:10 WIB Polda Jatim Amankan 11 Orang Saat Demo Mahasiswa di Grahadi, Sita Knuckle hingga Tiner
Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:55 WIB Korban Dugaan Pencurian Dengan Pemberatan 19 Ekor Ternak Sapi Laporkan Oknum Polisi di Satreskrim dan Porpam Polres Rokan Hulu
Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:14 WIB Maidi Divonis 5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut 5 Tahun dan Wajib Bayar Rp6,88 Miliar
Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:39 WIB Pejabat Boleh Lengser, Dugaan Tak Boleh Tenggelam! CaKrA Muda Tagih Kejati Usut Gratifikasi-TPPU di Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:30 WIB JAKA Jatim: Seret Anwar Sadad, Gerindra Jangan Lindungi, KPK Jangan Tebang Pilih!
Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:45 WIB POLRES SIAK UNGKAP DUGAAN PENYALAHGUNAAN BBM SUBSIDI BIO SOLAR DI PERAWANG, 1,2 TON BBM DIAMANKAN
Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:31 WIB Operasi Sarang Narkoba (OSN) ,Satresnarkoba Polres Siak Bekuk Kurir Etomidate di Perawang, 38 Paket Barang Bukti Diamankan
Kamis, 22 Oktober 2026 | 05:26 WIB Dalami Fakta Persidangan Kasus Pungli ESDM Jatim Dikembangkan, Kejati Telusuri Peran Sejumlah Pejabat
Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:41 WIB Majelis Hakim Dan Jaksa Soroti Beda Pengakuan Sekretaris ESDM Jatim soal Uang Rp50 Juta Pungli atau CSR?
Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:25 WIB Terpidana Penipuan Nunik Indah Rini Ditangkap Kejari Surabaya di Restoran, Buron 14 Tahun
Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:02 WIB BPOM Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto, Barang Bukti Rp16,17 Miliar
Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:57 WIB Fordiva Desak Kematian Anak Difabel di Surabaya Diusut Tuntas: Jangan Biarkan Usia Pelaku Mengaburkan Keadilan!
Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB Penghuni Rutan Medaeng Capai 2.600 Orang, Satu Regu Hanya Dijaga 15 Petugas
Senin, 19 Oktober 2026 | 21:56 WIB
Artikel Terkait
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Misteri Anggaran Miliaran PadangsidimpuanāUang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?
Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Kalbar dalam Pusaran Tanya: Menanti Nyali Penegak Hukum di Tengah 'Kemesraan' dan Kasus Korupsi yang Mandek
Fajar Baru Keadilan di Meranti: Duet Maut Kantor Hukum Ikhwan, S.H. dan LBH CCI Siap Babat Habis Ketidakadilan!