Kamis, 4 Juni 2026

Heru Satriyo Ungkap Strategi 'The Real King Maker' Jokowicentris dan Khofifahcentris di Pilpres 2024

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 18 Februari 2024 | 05:46 WIB
Heru Satriyo, S.Ip, Pengamat Politik Rakyat Jelata ( PPRJ ) sekaligus Ketua MAKI Jatim dan NTB (Istimewa)
Heru Satriyo, S.Ip, Pengamat Politik Rakyat Jelata ( PPRJ ) sekaligus Ketua MAKI Jatim dan NTB (Istimewa)

Yang menarik, kata Heru adalah bagaimana Khofifahcentris yang bisa dianggap juga sebagai menjadi penentu kemenangan Paslon 02, Prabowo – Gibran.

Baca Juga: OTT di Sidoarjo, MAKI Jatim Pertanyakan Status Bupati Muhdlor

"Ibunda Khofifah tidak perlu diragukan lagi telah menjelma menjadi sosok yang kuat eksistensi sebagai pemimpin di Muslimat NU dan masyarakat Jawa Timur dengan populasi jumlah pemilih Jawa Timur yang tertinggi di Indonesia, hampir 40 juta suara lebih," kata Heru kembali.

"Ditambah konsistensi pemilih dari Ormas Muslimat NU, kedua hal itu tidak boleh dinafikan bahwa, kombinasi kekuatan suara yang UTUH akhirnya menjadi salah satu penentu bahwa Khofifahcentris bisa dideklarasikan telah menjelma menjadi sosok penentu kemenangan Paslon 02, Prabowo–Gibran dalam Pilpres 2024," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Heru juga menyikapi hasil sementara Quick Count yang menempatkan PDI Perjuangan sebagai Calon Juara Pemilu 2024.

Baca Juga: 106 Debitur Primkop UPN Veteran Jawa Timur dalam Daftar Pelaporan Hukum oleh MAKI Jatim

Ia mengakui, kehebatan Megawati dengan Partai PDIP nya, dimana bisa dilihat dengan jelas, apapun yang terjadi, Pemilih setia PDIP tetap tidak akan pernah bergeming, dan dengan setia menyatakan bahwa PDIP tetaplah menjadi Partai yang akan dipilih total oleh konstituen masyarakat.

"PDI Perjuangan siap menjelma menjadi Partai Oposisi Terbesar dalam perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini nantinya," tegas Heru.

Kemudian terkait anjloknya suara Paslon Nomer 3 Ganjar – Mahfud MD apabila dikaitkan dengan konsistensi prosentase kemenangan PDIP sementara sesuai hasil Quick Count KPU, Heru menjelaskan bahwa itulah kehebatan Jokowicentris ditambah Khofifahcentris yang memberikan efek luar biasa hebat ketika pemilih setia Partai PDIP tetap dominan memilih Paslin Nomer 2 : Prabowo – Gibran sesuai dengan pilihan Jokowi dan Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Janji Rektor UPN Veteran kepada MAKI Jatim panggil para Debitur Primkop

"Artinya, bisa dikatakan bahwa Pemilih setia PDIP tetap memilih Partai Banteng moncong putih sebagai representasi Partai Politik, tetapi untuk Capres serta Cawapresnya, mereka menjatuhkan pilihan kepada Prabowo–Gibran, mengikuti langkah pilihan Jokowi dan Khofifah Indar Parawansa," ungkap Heru kembali.

Adanya simbol perlawanan apakah hal ini bisa diartikan bahwa power Megawati mulai melemah ?

” Secara psikis politik, antara loyalitas, kepatuhan dan pilihan itu tidak bisa dikaitkan dengan pemahaman yang sama. Artinya, tingkat kepatuhan dan loyalitas Pemilih setia PDIP tetap merupakan representasi utuh dan total bagaimana Ibunda Megawati tetaplah menjadi Ibu Suri dan Panutan Pemimpin Teladan bagi konstituen PDIP," kata Heru.

Baca Juga: Catat! MAKI Jatim Garansi Laporkan Penunggak Dana Primkop UPN Veteran

"Namun, ketika dihadapkan pada Pilihan Capres, mereka dominan memilih Capres Prabowo – Gibran. Saya tetap melihat bahwa Power Voter Loyal konstituen PDIP tetap akan menjadi kekuatan penyeimbang yang maksimal nantinya,” imbuhnya. ***

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB