"Paling banter hanya ngageti saja, sementara bila kata 'slepet sarung' diterapkan pada kebijakan politik sangat tidak jelas, obscuur libel (bermakna kabur), tafsirnya bisa ambigu.
"Secara politik itu yang bagaimana, artinya menegur pejabat, atau bertindak lebih keras terhadap pihak pihak yang dianggap melanggar hukum," ucap Petrus.
"Misalnya dengan memecat atau memproses hukum atau apa artinya? Jadi kata 'slepet sarung' dalam politik itu hanya suatu istilah atau diksi ilusi belaka," ketusnya kembali.
Sedangkan terkait niat mau membangun 40 kota lain menjadi sekelas Jakarta, ini juga topik ilusi yang membawa pada pertanyaan apa cak Imin masih waras logikanya?
"Dengan cara bagaimana dan kondisi kondisi mana yang bisa merasionalkan terwujudnya keinginan itu," tegasnya.
Sementara Mahfud MD juga terkesan monoton, semua hanya dijawab secara legal dogmatis alias problem ekonomi hanya dijawab dengan penegakan hukum melulu.
"Benar bahwa banyak kasus investasi selalu ada high cost atau invisible cost yang perlu dipidanakan, tetapi hendaklah perlu diingat gerakan ekonomi perlu ada kondisi kondusif," sindir Petrus.
Antara lain, lanjutnya, tersedianya pasokan raw material dan atau barang dagangan yang ajeg, infrastruktur yang memadai, moda transportasi yang murah, keamanan negara yang prima, perlakuan pajak yang adil, buruh yang tidak menekan pengusaha dengan strike out (mogok), dll.
Dengan kata lain, dalam pergerakan roda ekonomi penegakan hukum hanya merupakan jalan akhir (ultimum remedium), tetapi kondisi kondisi kondusif terkait aktivitas ekonomi harus lebih dulu dijamin.
"Saya berharap, adanya peningkatan kualitas argumen debat pada sesi sesi debat berikutnya. Thinkthank pada masing masing paslon tentu harus memainkan peran lebih signifikan," tukas Petrus Loyani. (BNW)
Artikel Terkait
Terkait Pajak, Anies Baswedan Nyatakan Pengusaha Takut Dukung Dirinya. Petrus Loyani: Buktikan!
Petrus Loyani, Relawan Ganjar Mahfud: Perlu Reformasi UU Pajak dan Perubahan Mentalitas Wajib Pajak
Hashim Ungkap Korupsi 51 Triliun di Kemenhan, Petrus Loyani Pertanyakan Tindakan Prabowo
Petrus Loyani: TPN dan Relawan adalah 'Penjual' bukan 'Pengganjal' Ganjar-Mahfud
Bahas Strategi Kemenangan, Team RGM Koordinasi bersama TPN Ganjar Mahfud
Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia
Petrus Loyani Countervailing Narasi Tyas Subyakto tentang Jokowi dan Megawati
Ketua RGM Kritisi Perilaku Politik Gibran dan Kaesang sebagai Generasi Muda: Jangan Ditiru!