Baca Juga: Hashim Ungkap Korupsi 51 Triliun di Kemenhan, Petrus Loyani Pertanyakan Tindakan Prabowo
"Jadi, saat ini kita sedang bertaruh puluhan triliun uang negara untuk memilih pemimpin, apakah kita akan mendapatkan pemimpin yang dapat diandalkan, baik karakter, pribadi, maupun komitmennya pada Kesejahteraan Rakyat," sebut Petrus.
Kita bernegara, memiliki pemerintah, karena rakyat memberikan kekuasaan kepada Presiden dan wakilnya yang bertujuan agar sebanyak-banyaknya anak bangsa ini di Sejahterakan.
"Singkatnya pemimpin itu wajib menyelenggarakan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa, itu tujuannya," kata Petrus.
"Nah kalau karakter-karakter mereka sudah berkolusi, nepotis, bagaimana kita dapat mencapai tujuan itu itu," tambahnya.
Baca Juga: Petrus Loyani, Relawan Ganjar Mahfud: Perlu Reformasi UU Pajak dan Perubahan Mentalitas Wajib Pajak
Meski kuatir, Petrus menjelaskan jika Prabowo-Gibran menang, praktek kolusi dan nepotisme dipastikan tidak makin kecil. "Waktu yang akan membuktikan, karena mental mereka arahnya kesana, bahkan lebih besar," katanya yakin.
Begitupun bahaya yang akan terjadi jika Anies dan Muhaimin yang menang. "Ini juga tak kalah bahaya, karena akan timbul fundamentalisme agama, pada fanatisme agama yang potensial mengarah ke Radikalisme," sebut Petrus.
Bukan tanpa dasar,"Lihat saja, Anies dan Imin sudah tanda tangan pakta integritas dengan ulama-ulama, janjinya harus taat pada opininya, kalau tidak taat harus mengundurkan, ini kan konyol," ungkap Petrus.
Baca Juga: Terkait Pajak, Anies Baswedan Nyatakan Pengusaha Takut Dukung Dirinya. Petrus Loyani: Buktikan!
"Bagaimana seorang presiden kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia harus tunduk kepada ulama, itu kan nggak masuk akal, tapi tetap mereka tanda tangani," ujar Pengacara pajak ini menyayangkan.
Intinya, kata Petrus, Masyarakat wajib mempertanyakan integritas dari beberapa paslon presiden dan wakil yang ada. "Kalau membangun, menyejahterakan, itu sudah menjadi tugas mereka, karena menguasai anggaran pendapatan dan belanja negara, bahkan seluruh akses kekuasaan akan ditangan mereka".
Tapi, kalau karakter mereka saat ini sudah tidak baik, dipastikan ke depan bakal banyak hal yang tidak baik. sedangkan secara jujur, Pak Jokowi yang kita anggap baik saja, banyak nanti yang bisa kita evaluasi.
Baca Juga: Rafael Alun Didakwa Cuci 100 miliar, Petrus Loyani: Harus jadi Preseden Hukum!
"Jadi, saya menentang tulisan Pak Tyas Subyakto bukan karena faktor subjektif atau masalah senang menyenangkan apalagi sampai meng-kultus-kan individu," Tegas Petrus.
Artikel Terkait
Tentang 'Cawe Cawe' Presiden Jokowi yang diributkan, Petrus Loyani: Masuk Akal
Petrus Loyani: Jokowi Dikepung 3 Front
Rafael Alun Didakwa Cuci 100 miliar, Petrus Loyani: Harus jadi Preseden Hukum!
Terkait Pajak, Anies Baswedan Nyatakan Pengusaha Takut Dukung Dirinya. Petrus Loyani: Buktikan!
Petrus Loyani, Relawan Ganjar Mahfud: Perlu Reformasi UU Pajak dan Perubahan Mentalitas Wajib Pajak
Hashim Ungkap Korupsi 51 Triliun di Kemenhan, Petrus Loyani Pertanyakan Tindakan Prabowo
Petrus Loyani: TPN dan Relawan adalah 'Penjual' bukan 'Pengganjal' Ganjar-Mahfud
Bahas Strategi Kemenangan, Team RGM Koordinasi bersama TPN Ganjar Mahfud
Petrus Loyani, Menilai Debat Calon Presiden dan Implikasinya bagi Kemajuan Indonesia