NAWACITAPOST.COM - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) pimpinan H. Teguh Sumarno melantik dan mengukuhkan pengurus Nasional Forum Perjuangan Honorer (PH) dan Forum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Gedung Guru Indonesia, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (28/7/2024).
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pada berita sebelumnya yang berjudul "Bincang-bincang Koordinasi Menuju ASN, PB PGRI Lantik dan Kukuhkan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK" selain pelantikan dan pengukuhan juga dilakukan pengumpulan data berkas Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) seluruh Indonesia dari berbagai penjuru seluruh Indonesia untuk memperjuangkan nasib mereka.
Baca Juga: PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Dua Puisi Warnai Sela-sela Aksi Para Guru
Pantauan wartawan Nawacitapost.com dalam acara bincang-bincang koordinasi perjuangan menuju ASN. Acara dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGRI Mansur Arsyad, Humas PB PGRI Ilham Wahyudi, Ketua PGRI Kabupaten / Kota Seluruh Indonesia baik secara luring maupun daring, serta berbagai pihak yang peduli terhadap nasib honorer dan PPPK di Indonesia.
Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno ketika diwawancarai mengatakan, PB PGRI kepemimpinan H. Teguh Sumarno dan H. Mansur Arsyad ini, menengarai bahwa persoalan guru ini sangat kompleksitas dan sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Merasa Dirugikan Pihak BPH, YPLP Dasmen PGRI Jatim Layangkan Somasi ke Pusdatin
"Maka solusinya dalam koordinasi lebih bagus, kita bentuklah namanya forum perjuangan, forum honorer Nasional, Provinsi, Kabupaten / Kota, sehingga secara koordinasi, dalam rangka memperjuangkan dirinya dan teman-teman anggota itu lebih terkoordinasi, sehingga posisi inilah, kita untuk menjembatani kepada pemerintah, karena PB PGRI merupakan mitra Kemendikbud," kata Ketum PB PGRI yang akrab dipanggil Teguh.
Teguh menjelaskan, selain itu juga mitra ditingkat Provinsi maupun Kabupaten / Kota dengan Pengurus Kabupaten / Kota masing-masing, agar persoalan guru selesai.
Baca Juga: Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan Mengundurkan Diri, PGRI Jatim Lantik PAW
"Secara koordinasi, setelah terbentuknya Forum Perjuangan Honorer (PH) dan Forum ASN PPPK, dalam rangka pembinaan dan dalam rangka pendidikan mengedukasi, sehingga dalam rangka evaluasi, sejauh mana kinerja guru, sejauh mana hasil pembelajaran," terangnya.
Teguh mengungkapkan, juga terkoordinasinya dengan pemerintah daerah, dalam rangka edukasi akan lebih bagus, akan lebih terlihat, terevaluasi dan hasilnya dalam rangka kemaslahatan umat, terutama ya murid dan wali murid.
"Karena imbas dan nasib pendidikan ini panjang, karakter itu terbangun dari guru, mulai dari adanya penyelewengan kekuasaan, adanya menyalahgunakan kewenangan, itu karena memang pendidikan yang tidak baik," ungkapnya.