Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memberikan jawaban menohok atas pernyataan Anies Baswedan yang mengkritik program pemerintah, khususnya pembangunan jalan. Menurut Moeldoko, pembangunan jalan khususnya tol di era kepemimpinan Jokowi juga dinikmati oleh masyarakat kecil.
Bagi yang meragukan pembangunan tol di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), Moeldoko menyebut orang tersebut tidak pernah merasakan kesulitan sebagai masyarakat kecil. Sebab, jalan tol mempermudah mobilitas masyarakat ke berbagai tujuan.
"Saya orang kecil bisa naik bus dengan harga yang terjangkau, dengan waktu tempuh yang sangat cepat, dengan tingkat keamanan yang lebih terjamin, terus siapa yang menikmati? Masyarakat kecil seperti saya," kata Moeldoko, dikutip Rabu (24/5/2023).
Sebelumnya, bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan mengkritik pembangunan jalan selama pemerintahan Jokowi. Ia juga membandingan pembangunan jalan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pencapaiannya bisa 10 kali lipat.
Anies mengatakan, Jokowi telah membangun 63% jalan tol yang ada di Indonesia, tepatnya 1.569 km dari 2.499 km tol yang ada. Namun, menurut Anies, pembangunan jalan tol yang berbayar itu jauh lebih banyak ketimbang jalan-jalan yang bisa diakses gratis oleh masyarakat.
Selama dua periode Jokowi, kata Anies, hanya membangun jalan sepanjang 19.000 km. Padahal, di era SBY jalan tidak berbayar yang dibangun sepanjang 144.000 km atau 7,5 kali lipat.
"Bila dibanding jalan nasional pemerintah ini 590 km, 10 tahun sebelumnya 11 ribu km. 20 kali lipat. Kita belum bicara mutu, standar, itu baru panjang," kata Anies.
Anies mengatakan, kedua infrastruktur baik jalan gratis maupun jalan tol sama-sama dibutuhkan. Namun, ia menilai perlu ada keberpihakan dalam menentukan prioritas kebijakan untuk seluruh kelas masyarakat.
"Ketika bicara infrastruktur ekonomi memberikan kesetaraan kesempatan kepada semuanya," kata dia.