Baca Juga: Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
"Di sisi lain juga ada peserta yang usul melalui lembaran kertas yang sudah terstruktur, dan mungkin itu sudah di print, itu dibacakan dan memang sudah jadi teks tertulis, dan ada salah satu poin tentang musyawarah mufakat untuk pemilihan ketua, dan ada poin kalau calon ketua sudah mendapatkan rekom 50 persen plus 1, itu sudah bisa dinyatakan sebagai pemenang. Dan sebagian peserta banyak yang tidak setuju," ujarnya.
Menurut Ahmad Jaelani berkata, setelah itu kalaupun peserta interupsi lagi sudah tidak dianggap atau diabaikan. Alasannya menurut pimpinan sidang kamu sudah terlalu sering interupsi. Memang yang sering interupsi rata-rata yang tidak setuju dengan poin 50 persen plus 1. Sebenarnya yang ingin kita sampaikan itu bukan persentase harus berapa persen.
"Sebagian peserta itu menganggap persentase itu hanya sebagai rekomendasi untuk menjadi calon, jadi tidak menjadi ketua terpilih. Jadi sebagian peserta, dikarenakan sudah ada 3 calon, menginginkan pemilihan atau voting," ucap Ahmad Jaelani.
Baca Juga: Perkuat Sektor Ekonomi, GP Ansor Ranting Sembung Serahkan Bantuan Gerobak Pentol
Sementara Hamid Muzakki ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya baru saja pulang dari Surabaya.
"Jadi gini masih Mas Yasin, terkait adanya pamflet yang mengklaim saya jadi pemenang, itu memang benar adanya. Tapi yang pertama itu bukan dari kelompok saya, dan bukan juga dari pendukung saya, dari mana asalnya saya juga tidak tahu pamflet itu asalnya dari mana, dan Slsaya tahunya itu ketika saya dikirimi oleh teman-teman dari PAC lain," ucap Hamid Muzakki melalui pesan voice note aplikasi WhatsApp, pada Sabtu (28/12/2024).
Lanjut Hamid Muzakki, pada pamflet tersebut juga tidak tercantum bahwa dari lembaga manapun. Dirinya sempat mencari di media sosial Instagram Pimpinan Pusat (PP) maupun Pimpinan Wilayah (PW), dan PAC GP Ansor se-Kabupaten Nganjuk, juga PC sekitar Nganjuk juga tidak ada.
Baca Juga: PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
"Jadi saya tidak mengetahui itu pamflet dari mana," ujar Hamid Muzakki kepada wartawan Nawacitapost.com.
Hamid Muzakki menambahkan bahwa terkait dengan deadlock memang ada, maka dari itu tim kami tidak membuat pamflet kemenangan, dikarenakan masih menghargai proses sidang yang belum selesai.
"Jika memang saya menang ya alhamdulillah, dan kalau saya tidak menang ya tidak apa-apa, karena ini memang adalah kompetisi," imbuh Hamid Muzakki.
Baca Juga: Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
Hamid Muzakki kembali menegaskan bahwa deadlock memang ada. Namun untuk kejelasan untuk kelanjutannya dirinya mengaku belum tahu.
"Karena PC sudah di demisionerkan, sudah ada konferensi tapi belum selesai, itu nanti kelanjutannya seperti apa saya juga belum tahu," pungkasnya.
Artikel Terkait
Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara
Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
Perkuat Sektor Ekonomi, GP Ansor Ranting Sembung Serahkan Bantuan Gerobak Pentol
Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim, Ini Profil dan Program Musaffa Safril
Pasangan Muhibbin - Aushaf Daftar Dikawal Banser, Ini Tanggapan A'wan Syuriyah PWNU dan PW GP Ansor Jatim
Diduga Ditunggangi Kepentingan, Konferensi Cabang XX PC GP Ansor Nganjuk Berakhir Ricuh dan Deadlock