NAWACITAPOST.COM – Kesabaran masyarakat melintasi "jalur tengkorak" Kedondong–Pardasuka nampaknya sudah habis. Setelah bertahun-tahun diabaikan dan hanya menuai keluhan, kondisi infrastruktur yang rusak parah ini memicu reaksi keras. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Indonesia Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lampung secara resmi mengumumkan akan segera turun ke jalan, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran langsung di titik-titik kerusakan.
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk protes keras sekaligus pembelaan terhadap hak-hak masyarakat yang keselamatannya terus terancam setiap hari.
Kepungan Lubang Maut di Tiga Kecamatan
Kerusakan jalan provinsi ini bukan lagi sekadar aspal mengelupas, melainkan kubangan dalam yang tersebar merata di jalur-jalur vital ekonomi warga. Mahmuddin Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung, membeberkan peta kerusakan yang kian memprihatinkan:
Baca Juga: Jerit Tangis Orang Tua Siswi SMA di Tapsel, Desak Kapolres Buru Dua Pelaku Pencabulan yang Buron!
- Kecamatan Way Khilau: Meliputi Desa Panengahan, Desa Sukajaya, dan Desa Kota Jawa.
- Kecamatan Kedondong: Meliputi Desa Kedondong dan Desa Teba Jawa.
- Kecamatan Way Lima: Meliputi Desa Cimanuk dan Desa Way Harong.
"Berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat, kondisi jalan Provinsi Kedondong–Pardasuka saat ini sangat memprihatinkan. Banyak titik jalan rusak parah yang sudah lama dikeluhkan warga, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal," cetus Mahmuddin dengan nada geram.
Aktivitas Lumpuh, Nyawa Pengendara Jadi Taruhan
Kondisi ini bukan sekadar menghambat roda perekonomian. Jalur hancur ini bertransformasi menjadi ancaman nyata yang siap menelan korban, terutama saat malam gelap gulita atau ketika hujan menyulap lubang-lubang jalan menjadi jebakan air yang mematikan.
Menyikapi pembiaran ini, Mahmuddin menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang sedang dirancang bukanlah gertakan sambal. Ini adalah akumulasi dari suara rakyat yang tersumbat. Pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera menghentikan retorika dan langsung menerjunkan alat berat ke lokasi.
Baca Juga: Lembata Membara! GOR 99 Disegel Ritual Adat, Ahli Waris Tuntut Ganti Rugi Milyaran
"Kami dari LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Jalan ini merupakan urat nadi masyarakat. Pemerintah harus serius, jangan tunggu korban jiwa terus berjatuhan," tegas Mahmuddin tanpa kompromi.
Ultimatum Sebelum Massa Turun ke Jalan
Meski gelombang aksi demonstrasi sedang dipersiapkan, LSM Penjara Indonesia masih membuka ruang bagi itikad baik pemerintah. Mereka berharap, sebelum massa memadati jalan, pihak terkait segera merespons cepat dengan melakukan perbaikan darurat di titik-titik paling kritis.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah dan Provinsi Lampung. Apakah jeritan warga di ruas Kedondong–Pardasuka akan dijawab dengan aspal baru yang layak, atau justru dibiarkan hingga aksi massa benar-benar melumpuhkan jalur tersebut? Kita tunggu pembuktiannya.(AMRULLOH)
Artikel Terkait
Sikat Kepunahan Budaya! Sanggar Amor Katresna Dobrak Desa Petir dengan "Vibe" Tradisional Keren
Mengais Untung di Atas Puing Banjir, Skandal Korupsi Bansos Padangsidimpuan Meledak!
Ironi Galian C Pringsewu—Jalan Hancur, Debu Mengepul, Nama Bupati Terseret Pusaran Konflik!
Dor! Cekcok Utang Berujung Maut, PNS Metro Tewas Diterjang Peluru OTK!
Jeritan Perut Lapar Penambang Emas di Tengah "Pesta" Perjalanan Dinas Miliaran Rupiah Pemkab Pesawaran