Kamis, 4 Juni 2026

Tegak Lurus Bersama Jokowi, Moeldoko Bisa Jadi Kuda Hitam

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 24 April 2023 | 16:44 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Pengamat politik Nazar EL Mahfudzi mengatakan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dapat menjadi kuda hitam poros Istana. Dalam koliasi tersebut juga berpotensi mendukung Airlangga sebagai kandidat presiden.

Sementara untuk posisi kandidat wakil presiden (wapres), Nazar menyebut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko paling berpeluang mendampingi Airlangga. Bukan tanpa alasan hal itu dikemukakan Nazar. Pasalnya, berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) beberapa waktu lalu menyebutkan elektabilitas Airlangga Hartarto-Moeldoko mencapai 40,2 persen.

Disusul Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 19,7 persen. Puan Maharani-Ganjar Pranowo 20,2 persen, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhono 11,3 persen dan tidak memilih sebanyak 8,6 persen. "Jadi, Moeldoko lebih berpotensi menjadi kandidat wakil presiden mendampingi Airlangga Hartarto," kata Nazar dikutip dari JPNN, Senin (24/4/2023).

Moeldoko, lanjut Nazar, juga berpeluang besar mendampingi Ganjar di Pilpres 2024. Peluang Moeldoko sangat terbuka melihat fakta hasil Pilpres 2019.

Kemenangan Joko Widodo (Jokowi) ketika itu salah satunya karena menggunakan strategi loyalis memobilisasi massa mengambang di luar parpol koalisi. Di sisi lain, hasil Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar sukarelawan Jokowi di sejumlah daerah juga menunjukkan Moeldoko punya peluang besar sebagai kandidat wakil presiden.

"Menurut Saya, komando loyalis Jokowi terutama Projo (Pro Jokowi) aktif untuk mendapatkan kemenangan suara akar rumput, menjalin kekuatan berbagai organisasi masyarakat di bawah asuhan Moeldoko sebagai Dewan Pembina Projo," ucapnya.

Berbagai aliansi organisasi Moeldoko juga tidak pernah berhenti bergerak dan terus memacu semangat menggalang kekuatan suara rakyat. "Moeldoko tegak lurus bersama Jokowi dalam menentukan sikap koalisi parpol untuk diusung menjadi cawapres," katanya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini