Kamis, 4 Juni 2026

Unik! Suku Ini Wajibkan Pengantin Pria Bersetubuh Dengan Bibi Pengantin Wanita Sebelum Menikah

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Sabtu, 17 Desember 2022 | 12:14 WIB
Suku Banyankole di Uganda, Afrika Timur. Foto : detik.com
Suku Banyankole di Uganda, Afrika Timur. Foto : detik.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COMTradisi pernikahan di beberapa negara tentunya memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu suku yang mempunyai keunikan tersebut yaitu Suku Banyankole. Suku ini mewajibkan pengantin pria bersetubuh dengan bibi pengantin wanita sebelum menikah.

Baca Juga : Gelaran Fesyen Tenun Nusantara: Menjaga Tradisi untuk Bumi Lestari

Dirangkum nawacitapost.com dari beberapa sumber, Suku Banyankole adalah salah satu suku yang ada di Uganda, Afrika Timur. Tradisi yang ada di Suku Banyankole berkaitan erat dengan peran bibi dalam masyarakat dan keluarga yang begitu penting. Dalam tradisi Banyankole, ketika gadis berusia 8 atau 9 tahun, maka ia akan diserahkan pada bibinya.

Sang bibi yang bertugas mengurus mereka demi kehidupan keluarga. Ia akan mengajarkan segala hal dalam hidup yang harus diketahui seorang gadis, terutama tentang perannya sebagai wanita dan istri nantinya.

Bagi gadis-gadis di Uganda, setelah mereka berumur 8 tahun mereka akan dididik oleh bibi mereka menjadi calon istri yang baik. Berbeda sekali dengan kebanyakan anak umur 8 tahun yang cenderung masih bermain, bagi anak perempuan Banyankole mereka harus berhadapan dengan batasan dan mempersiapkan diri untuk menikah.

Mereka akan dikurung di rumah, diberi makan daging sapi, bubur milet dan dipaksa minum susu dalam jumlah yang banyak supaya gemuk. Karena standar kecantikan bagi Banyankole adalah bertubuh gemuk atau berisi.

Ketika payudaranya mulai membesar, para gadis akan diingatkan orangtuanya untuk tidak berhubungan seks. Suku Banyankole sangat menjunjung tinggi perawan sebelum nikah dan para gadis harus menjauhi segala aktivitas seksual semenjak dini.

Keperawanan memang sangat dijunjung tinggi di masyarakat Banyankole. Jika sang bibi menemukan bukti keponakannya sudah tidak perawan, maka gadis tersebut bakal diberi hukuman mati atau diusir dari masyarakat. Adanya hal tersebut maka para gadis di Banyankole dianggap kurang berpengalaman dan pengetahuan dalam hal hubungan seksual.

Tradisi pernikahan unik ini akan bisa terlaksana jika bibi si wanita 'menguji' kesucian keponakannya dan tidur dengan mempelai pria untuk juga memeriksa potensinya.

Sang bibi akan menguji kemampuan seksual dan kekuatan mempelai pria dengan berhubungan seks dengannya. Setelah pengukuhan dilakukan, mempelai wanita kemudian diajari oleh bibinya dan diperbolehkan untuk melangsungkan perkawinan dengan diutus oleh bibinya kepada suami setelah mendapat restu.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini