Blitar, NAWACITAPOST.COM - Walikota Blitar Santoso secara simbolis membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada pegawai produksi rokok, di Pabrik Rokok Bokormas Jl Mastrip Kota Blitar, Jumat (29/7/2022). Ada setidaknya 528 pegawai linting dari tiga pabrik rokok yang ada di Kota Blitar mendapatkan bantuan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHBCHT).
Walikota Santoso menjelaskan, bahwa BLT bersumber dari DBHCHT ini berbeda dengan BLT yang bersumber dari APBD atau APBD yang biasa dibagikan dinas sosial yang tidak boleh tumpang tindih penerimaannya dengan bantuan lain. Penerima BLT DBHCHT diperbolehkan menerima meski sudah menerima bantuan lain dari pemerintah.
-
“Karena karyawan pabrik rokok ini yang berkontribusi terhadap pengumpulan DBHCHT. Sehingga bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah atas kontribusi besar mereka,”tuturnya.
Terakhir, Santoso mengatakan, BLT DBHCHT ini diterimakan selama 3 bulan sekali mulai bulan Juli hingga Desember. Disini penerima mendapatkan Rp 900 ribu dengan hitungannya tiap bulannya penerima mendapatkan Rp 300 ribu. Dalam penyaluran, Bank Perumda Kota Blitar membantu mencairkan dana BLT kepada penerima.
“Selama 3 bulan Juli, Agustus dan September lumayan menerima Rp 900 ribu. Mudah-mudahan ke depan jatah DBHCHT meningkat sehingga jumlah karyawan khususnya pabrik rokok itu bisa menerima dalam jumlah yang lebih baik juga,”tegasnya.
Usai penyerahan secara simbolis, Walikota Santoso menyempatkan masuk ke ruang produksi di Pabrik Rokok Bokormas. Saat itu walikota melihat proses pelintingan rokok dilakukan pegawai yang rata-rata dikerjakan oleh kalangan ibu-ibu.
-
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Sad Sasmintarti mengatakan bahwa baru tahun ini pihaknya mendapatkan tugas membagikan BLT DBHCHT. Dijelaskannya penerima hanya dikhususkan untuk pegawai di produksi saja.
Penerima bantuan BLT DBHCHT yang jumlahnya 528 penerima itu berasal dari 3 Pabrik Rokok di Kota Blitar. Diantaranya Pabrik Rokok Bokormas, Angkasa Pura, dan Apache.
“Kita juga mengadakan evaluasi bahwa bantuan-bantuan itu memang bermanfaat bagi pekerja pabrik rokok. Dan tentunya kami harapkan sasaran penerima kuota bisa bertambah tambahan diberikan bantuan lebih dari pemerintah pusat. Karena bantuan ini pokoknya untuk produksi saja selain seperti tenaga administrasi kemudian satpam enggak boleh,”pungkasnya.