Kamis, 4 Juni 2026

Program Apamart JaF Berhasil Jajakan Makanan Khas Majalengka di German

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Rabu, 20 Juli 2022 | 09:58 WIB
Animo masyarakat Kassel German tinggi atas produk makanan khas Majalengka
Animo masyarakat Kassel German tinggi atas produk makanan khas Majalengka

Kassel, NAWACITAPOST.COM - Program Apamart, yang digagas kolektif seni Jatiwangi art Factory (JaF) pada documenta fifteen di Kassel, Jerman sukses mencuri perhatian kolektif seni lainnya. Dalam program yang dimulai Senin (18/7/2022) sore waktu setempat itu, sejumlah pelaku UKM yang digandeng JaF menyuguhkan beberapa kuliner khas Majalengka.

Apamart sendiri merupakan program rutin yang sudah dilakukan di JaF. Dalam pelaksanaannya, Apamart menyediakan berbagai macam jajanan dan produk dari berbagai komunitas. Apamart, kerap disebut juga dengan pasar kaget.

Pada gelaran documenta fifteen, ada empat pelaku UKM dari Majalengka yang terlibat dalam Apamart itu. Mereka merupakan pelaku Ekraf dari Saung Eurih, Kopi Apik, Roti Wangi, dan Rempah Embassy.

Di Hubner Areal, salah satu lokasi documenta fifteen, mereka menyajikan olahan masing-masing, untuk disajikan kepada mereka yang berada di sekitar lokasi, baik kolektif seni, maupun apresiator.

Apamart sendiri berlangsung selama dua hari, dari Senin sampai Selasa (19/7/2022), dari siang hingga sore waktu setempat.

Menurut Gilang, owner Kopi Apik mengatakan, animo masyarakat di sana untuk menikmati kopi lokal asal Majalengka cukup besar. Pada Apamart pertama itu, puluhan gelas kopi khas Kopi Apik terseduh untuk dinikmati warga dunia.

"Alhamdulillah, animonya tinggi. Yang paling banyak diminati itu Kopi dari (Kecamatan) Lemahsugih (Kabupaten Majalengka)," kata Gilang.

Hal yang sama diungkapkan Pandu Rahadian, owner Roti Wangi menjelaskan, Apamart tersebut berjalan cukup meriah. Roti Wangi sendiri, dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan produsen Roti dan Pizza setempat.

"Kolaborasi dengan pembuat Roti lokal sini, Kassel. Namanya Saskia dan Bastian. Senang banget, Roti Wangi bisa bikin Roti di tempat jago-jago Roti," beber dia.

Salah satu apresiasi disampaikan Dominique. Lewat unggahan di Facebook, Dominique menilai, suguhan yang ada pada Apamart itu, cukup spesial.

"Apamart at Hubner areal documenta fifteen Funtastic coffe, tasty food! Don't Miss it, if you happen to be in Kassel," tulis dia.

Pandu Rahadian, owner Roti Wangi yang juga direktur Apamart mengatakan, aktivitas Apamart di Kassel, sama persis dengan di JaF. Di Apamart Kassel, alat transaksi pun menggunakan 'mata uang' yang terbuat dari tanah liat, yakni Mpleng.

"Sistemnya donasi atau tukar barang. Jadi, mereka yang donasi, dapat Mpleng. Begitu juga yang tukar barang. Misal sepatu second yang masih layak, ditukar dengan Mpleng. Nanti, untuk menikmati makanan yang ada itu, pake Mpleng itu sebagai alat transaksinya," kata dia.

"Dari satu Mpleng, pengunjung akan mendapatkan produk makanan atau minuman satu porsi. Kecuali untuk Roti, ya mangga, sepuasnya," lanjut dia.

Apamart sendiri memang berlangsung selama dua hari. Namun, untuk kerjasama dengan pelaku 'Ekraf' lokal Kassel, jelas dia, masih dimungkinkan berlanjut.

Suasana Apamart semakin meriah dengan hadirnya seni musik dari sejumlah seniman, baik dari JaF maupun kolektif seni lain.

"Selain aktivitas pasar, ada juga hiburannya. Teman kita dari JaF nge-DJ gitu. Teman-teman seniman dari Belgia ikut perform juga" tandasnya.

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini