Bekasi, NAWACITAPOST.COM - Kecelakaan maut truk tangki Pertamina di Jalan Transyogi, Alternatif Cibubur, Bekasi, Senin (18/7/2022) sore yang memakan 11 korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka, menuai kritikan dari warganet.
BACA JUGA : Diduga Rem Blong, Begini Kronologi Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur
lalu muncul Petisi yang dibuat publik untuk penutupan lampu merah di perempatan CBD Transyogi Cibubur-Cileungsi sudah ditandatangani oleh banyak orang.
Petisi tersebut dimuat di lama change.org berjudul Tutup Lampu Merah Perempatan CBD Transyogi Cibubur-Cileungsi.
Petisi itu dibuat oleh netizen dengan nama akun Umi N. Dalam deskripsi disebutkan bahwa penempatan lampu merah di lokasi tersebut tidak tepat dan terbilang berbahaya karena berada di kondisi jalan menurun.
"Saat ini di Jalan Transyogi sedang ada pembangunan project CBD sebrang Citra Grand, dengan adanya project tersebut dibuat lampu merah untuk keluar masuk kendaraan dari CBD. Padahal kontur jalanan tersebut adalah turunan baik dari arah Jakarta maupun Cileungsi."
-
Hingga pukul 22.05 WIB sudah ada 19.266 orang yang menandatangani petisi tersebut dari target 25 ribu tanda tangan.
Penandatangan petisi menyampaikan alasan turut menandatangani. Salah satunya Risa Prawesti, yang menyebut fatality case berulang dalam waktu belum satu bulan, dan high risk dengan kondisi jalan turunan langsung lampu merah, membuat pengendara tidak siap atau kagok.