Kamis, 4 Juni 2026

Keren, Para Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan di Kalsel Terapkan Sistem Pembayaran Digital

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Selasa, 7 Juni 2022 | 10:24 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Pasar Terapung Lok Baintan adalah salah satu objek wisata yang unik dan hanya dapat ditemukan di Provinsi Kalsel. Dimana seluruh kegiatan perdagangan atau jual beli dilakukan secara ‘terapung’ menggunakan perahu dan di atas permukaan sungai. Keunikan ini lah yang menarik para wisatawan baik domestik ataupun asing.

Baru-baru para pedagang yang berlokasi di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menjadi perbincangan publik usai potret mereka dibagikan oleh seorang netizen di sosial media Twitter (5/6).

Dalam potret yang diunggah oleh @tigorsiagian, terlihat 3 ibu-ibu pedagang sayur dengan senang memamerkan QRIS yang tengah mereka kalungi.

Selain itu, dibelakang mereka terlihat pura ibu-ibu lainnya yang juga mengalungi QRIS sambil menjajakan sayur diatas perahu mereka.

"Di tempatmu ada yang mirip-mirip seperti ini? *Ibu-ibu pedagang di Pasar Apung Lok Baintan mengalungi #QRIS mereka," tulis @tigorsiagian dalam cuitannya.

Unggahan tersebut lantas menarik perhatian publik, netizen tampak kagum dengan hal yang tak biasa dan belum ramai terjadi di Indonesia itu sehingga memuji para pedagang yang dinilai mengikuti perkembangan jaman.

Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Bank BTN dan Link Aja meresmikan Digitalisasi Pembayaran pada Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan, di Kawasan Wisata Pasar Terapung Siring Kota Banjarmasin

Program ini diadakan untuk mendukung terselenggaranya digitalisasi perekenomian dan keuangan yang ditargetkan bukan hanya untuk sektor usaha besar, tapi juga sektor umkm dan para pedagang kecil. Dimana telah disampaikan pada Pembukaan FEKDI 2021 beberapa waktu yang lalu, digitalisasi perekonomian dan keuangan adalah salah satu kiat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terutama dalam situasi pandemi.

PJ Gubernur Kalimantan Selatan, DR. Safrizal ZA yang turut menghadiri peresmian, mengapresiasi terhadap digitalisasi pembayaran ini. Ia berjanji terus melakukan sosialisasi pembayaran non-tunai atau cashless ini bukan hanya di sektor pariwisata, tapi juga sektor lainnya.

“Digitalisasi Pembayaran para Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan ini tentu saja merupakan sebuah ide yang bagus sekali. Supaya  penggunaan uang non-tunai ini menjadi salah satu pilihan alat pembayaran. Tentu saja tidak akan berhenti di lokasi pasar terapung saja, saya juga akan membantu mensosialisasikan ini agar transaksi keuangan lainnya baik di desa, pasar tradisional, ataupun angkutan umum bisa dilaksanakan secara cashless atau non-tunai” tuturnya.

Safrizal mengatakan bahwa adanya transaksi non-tunai ini juga bisa menekan kerugian-kerugian dari transaksi konvensial atau tunai, dan dapat mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi.

“Keuntungan transaksi non-tunai atau cashless ini kita bisa petik semaksimal mungkin dan kerugian yang ditimbulkan dari transaksi tunai bisa kita tekan. Harapannya ekonomi bergerak dengan cara-cara yang kreatif, agar kita mampu bertahan di suasana pandemi ini dengan ekonomi terus berkembang” ujarnya.

Pada launching atau peresmian ini, tercatat ada 150 orang pedagang Pasar Terapung Lok Baintan yang kedepannya bisa melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Transaksi pembayaran tidak lagi memerlukan uang cash dan hanya perlu melakukan scan pada QR code yang dimiliki pedagang atau merchant.

Amanlison juga menunjukkan, terdapat 71.774 merchant yang sudah menggunakan QRIS di Kalimantan Selatan, dimana target nasionalnya sendiri adalah 12 juta merchant. Penargetan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan meningkat sekitar 4,3 sampai 5,3 % di tahun 2021.

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini