Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Ardian Hafidz, Anak Kuli Bangunan Jadi Rebutan 7 Kampus Top Bergengsi di Luar Negeri

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 17 Mei 2022 | 13:34 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ardian Hafidz Annafi tengah menjadi perbincangan hangat setelah mendapatkan tawaran dari tujuh kampus kenamaan di luar negeri. Kuliah siswa SMA Pradita Dirgantara, Boyolali tersebut akan dibiayai langsung oleh Kemendikbudristek.

Sebanyak tujuh kampus yang tersebar di Kanada, Selandia Baru, dan Australia meliriknya. Kampus-kampus yang siap menerimanya adalah University of Toronto, University of British Columbia, dan The University of Western Australia.

Kemudian Wageningen University, University of Otago dan Curtin University, dan Victoria University of Wellington.

Dalam laporan Tribun Solo, Minggu (15/5/2022) ayah Hafidz, Mardiyono (48) merupakan tukang bangunan. Sementara ibunya, Yuni Puji Astuti (43) membuka usaha laundry di rumah.

Keduanya antusias, tak bisa membendung air matanya ketika mengisahkan bagaimana anaknya bisa menerima tawaran dari tujuh kampus luar negeri.

Yuni mengatakan mendapatkan informasi anaknya diterima di universitas luar negeri dari grup WhatsApp milik orang tua siswa SMA Pradipta Dirgantara, Jumat (13/5) kemarin.

"Saya langsung terharu. Senang gembira. Alhamdulillah anak saya diterima di luar negeri," ujarnya.

Yuni melanjutkan Hafidz sebenarnya hanya mendaftar di satu kampus saja. Namun, universitas lain berminat memasukkannya.

"Jadi daftarnya itu satu. Yang di UBC (University of British Columbia) tapi kemudian 6 universitas lainnya melamarnya jadi mahasiswa," lanjutnya.

Namun, Hafidz memutuskan untuk mengambil pilihan pertamanya di UBC dengan konsentrasi ilmu sains.

Mardiyono mengungkapkan, sejak kecil Hafidz memang lebih menyenangi membaca ketimbang bermain.

Hobinya membaca itu sepertinya mengantarkan Hafidz memiliki prestasi yang gemilang semasa sekolah.

Saat di SD Negeri 2 Nepen maupun SMP Negeri 1 Boyolali, anaknya hampir selalu jadi peringkat pertama di kelasnya, khususnya setelah kelas 4 SD.Selain mengupayakan kesukaan sang buah hati, Yuni juga tak lupa mendoakan Ardian setiap malam

"Setelah sholat tahajud. Saya doakan kedua anak saya supaya menjadi anak Sholeh dan Sholihah," ucapnya.

Tak hanya Yuni, Ardian pun diakui sang ibu selalu bangun lebih awal sebelum subuh sejak masih SD hingga sekarang.

Mengikuti jejak sang ibunda melakukan salat tahajud, Ardian pun melanjutkan kesibukan dengan membaca novel dan buku-buku lain.

Bahkan guru agama Ardian sewaktu SD mengungkap jika dia sosok siswa yang berprestasi dan religius.

Selain rutin mengerjakan sholat tahajud, Ardian juga diketahui tak pernah meninggalkan sholat Dhuha.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini