Nias, NAWACITAPOST- Membuat sejumlah masyarakat mengaku kecewa setelah mendengar kabar bahwa Tari Maluaya/Foluaya atau yang dikenal dengan Tari Perang tidak masuk dalam 289 Warisan Budaya Tak Benda 2021.
Rasa kecewa itu diungkapkan oleh salah Tokoh Nias di Riau, Drs. Sozifao Hia, M.Si. yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan.
Sozifao mengatakan, Tari Foluaya atau Tari Perang atau Tari Baluse begitu terkenalnya. Mengapa tidak masuk dalam 289 Warisan Budaya Tak Benda ? .
Kata dia, hal ini ternyata, karena Dinas yang membidangi Budaya di Kabupaten Nias Selatan tidak serius dan tidak memahami tugasnya.
“Lebih banyak mengerjakan tugas dan kerja politik daripada mengurusi nilai luhur budaya Nias Selatan,” kata tokoh Nias ini.
Dia mengaku sangat menyesalkan Kepala Dinas dan Kepala Bidang Budaya Nias Selatan tidak serius dalam mengurus Budaya di Nias Selatan sehingga tidak masuk dalam kategori Warisan Budaya Tak Benda 2021.
“ Sangat disayangkan, Kepala Dinas dan Kepala Bidang Budaya tidak mengerti dan tidak serius mengurusi hal yang sangat mendasar,” ungkapnya kepada NAWACITAPOST, Senin ( 1/11/2021).
Menurut dia, perlu dievaluasi pekerjaan Dinas atau OPD Nias Selatan yang membidangi Budaya . “ Hal ini agar tidak terulang dan merugikan Suku Nias Selatan dalam mengembangkan Budaya Nias,” ucapnya.
Untuk diketahui sebelumnya,salah seorang netizen bernama Ichwan Azhari dalam akun facebooknya mengatakan, Direktur Perlindungan Kebudayaan RI mengumumkan daftar 289 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2021 hasil sidang penetapan tanggal 26-30 Oktober 2021 di Jakarta.
“Saya cermati daftar nya. Sebagai orang Sumut saya kecewa, dari 33 Kabupaten dan Kota di Sumut hanya Kabupaten Nias yang berhasil memperjuangkan warisan budaya Takbenda nya dalam daftar nasional ini, yakni tarian Moyo dan Hoho. Begitu pun, selamat lah untuk Kabupaten Nias ini,” kata Ichwan Ashari dalam akun facebooknya dikutip, Minggu (31/10/2021).
Selain itu, dia mempertanyakan, kerja Team Bupati Kabupaten kota lainnya, apa kerja Team Gubernur Sumut dalam bidang kebudayaan selama tiga tahun ini dengan tiga kali ganti Kadis Kebudayaannya?.
“Saya mencoba mencari tahu sebab musababnya, saya menghubungi Direktur Perlindungan Kebudayaan di Jakarta, ibu Irini Dewi Wanti yang sebelum nya Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumut dan Aceh,” kata dia.
Salah seorang netizen bernama Ichwan Azhari dalam akun facebooknya mengatakan, Direktur Perlindungan Kebudayaan RI mengumumkan daftar 289 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2021 hasil sidang penetapan tanggal 26-30 Oktober 2021 di Jakarta.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/daerah/2021/10/31/disayangkan-tari-maluaya-faluaya-terkenal-dari-nias-selatan-gagal-masuk-dalam-289-warisan-budaya-tak-benda/
“Saya cermati daftar nya. Sebagai orang Sumut saya kecewa, dari 33 Kabupaten dan Kota di Sumut hanya Kabupaten Nias yang berhasil memperjuangkan warisan budaya Takbenda nya dalam daftar nasional ini, yakni tarian Moyo dan Hoho. Begitu pun, selamat lah untuk Kabupaten Nias ini,” kata Ichwan Ashari dalam akun facebooknya dikutip, Minggu (31/10/2021).
Sampai batas waktu yang ditetapkan, ada puluhan Kabupaten Kota/Provinsi yang tidak mengirimkan, atau kalau pun mengirimkan hanya sekedar ada. Masa itu saya duduk di Team Perumus Strategi Kebudayaan menjelang Kongres Kebudayaan 2018 yang dipimpin Hilmar Farid.
“Team kami dipusat terhambat kerja nya karena dokumen kebudayaan dari daerah tidak lengkap masuk. Inilah cermin kacau nya pengelolaan kebijakan kebudayaan di daerah.
Banyak kadis atau kabid bukan orang yang kompeten dan komitmen memajukan kebudayaan, banyak Bupati/Walikota /Gubernur yang juga tak faham strategi kebudayaan. Yang berlangsung di daerah jadinya kejar tayang projek kebudayaan yang bisa segera cair,” ungkapnya.
Bukan kerja -kerja strategis jangka panjang bidang kebudayaan. Pusat tak banyak bisa berbuat. Buah dari otonomi daerah itu?,” paparnya.
Perlukan urusan kebudayaan daerah ini ditarik kembali ke pusat? Atau pusat tinggalkan saja pejabat kebudayaan daerah, serahkan ke kampus dan lembaga lembaga/sanggar/group kebudayaan non pemerintah di daerah?.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/09/12/15-calon-pemimpin-di-wilayah-kepulauan-nias-sumatera-utara-menuju-2024/
Sementara itu, Tari perang di Nias Selatan selama ini dikenal sangat luas, bahkan satu- satunya yang terbanyak di pentaskan diberbagai kesempatan.
Untuk diketahui, 289 Karya Budaya Ditetapkan Menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021.
Tetapi kenapa Tari Perang yang berasal dari Nias Selatan yang begitu terkenal Sejagat raya tidak termasuk dalam warisan Budaya tak benda, dimana peran Pemerintah daerah Nias Selatan,” tanya Nitizen dgn nada kesal dan Kecewa Kinerja Pemda Nisel
Simak Video INILAH 5 FAKTA KEGARANGAN SUKU NIAS, BANGSA SPARTA ASLI INDONESIA YANG MENDUNIA di NAWACITA TV :
https://youtu.be/CVj_m-7-b4Q
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB