Minggu, 31 Mei 2026

HSN 2021, PDIP Surabaya Perkuat Sinergi dengan Santri

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:46 WIB




Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri, menjelaskan para ulama dan santri tak henti-henti bergerak untuk menangani pandemi Covid-19. Juga membantu warga yang terdampak, menyelamatkan umat, dan mendorong pemulihan ekonomi dari bawah.





“Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan intervensi kebijakan secara massif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pak Eri Cahyadi, Surabaya bisa mencapai level satu,” katanya.





Dosen Universitas Negeri Sunan Ampel itu menjelaskan, definisi santri tidak terbatas pada orang yang belajar di pesantren. Santri merupakan warga yang taat menjalankan agama. Juga memiliki komitmen kebangsaan, yang kuat.





“Karena itu santri bisa siapa saja. Yang jelas, santri harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Komitmen kebangsaan kaum santri, tidak diragukan lagi,” kata Muhibbin.





Akademisi Unair, Listiyono Santoso, menceritakan panjang lebar perjuangan santri dalam berbagai babakan sejarah Indonesia. Di masa Presiden Jokowi, katanya, santri mendapat penghargaan luar biasa. “Ditetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, yang merupakan apresiasi luar biasa,” ujar Listiyono.





Tanggal itu merujuk pada Resolusi Jihad dari para ulama, yang lahir 22 Oktober 1945. Resolusi ini yang menggerakkan jihad para santri dalam pertempuran dahsyat di Surabaya, yang berpuncak pada peristiwa 10 Nopember 1945.





“Berbagai apresiasi negara merupakan pengakuan, bahwa negara tidak bisa berdiri tanpa peran santri,” kata Listiyono, mantan aktivis PMII. (*/BNW)



Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini