Kamis, 4 Juni 2026

Iktiyar Bathin, DPRD Surabaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Photo Author
- Minggu, 18 Juli 2021 | 23:50 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Melonjaknya kasus Covid-19, khususnya di kota Surabaya seakan sulit terbendung. Maka dari itu, DPRD kota Surabaya menginisiasi menggelar doa keselamatan lintas agama bersama seluruh stake holder kota Surabaya mulai dari pimpinan dan anggota DPRD beserta para staf, jajaran pemerintah kota, dan terlihat pula melalui zoom para jajaran pimpinan partai ditingkat kota Surabaya.


Ketua DPRD kota Surabaya, Adi Sutarwijono dalam sambutannya mengatakan bahwa semua usaha sudah dilakukan, dan ini adalah iktiyar bathin yang kita panjatkan kepada Tuhan YME untuk keselamatan warga kota Surabaya.


" Semoga melalui iktiyar ini bisa menjadikan kondisi kota surabaya bisa menjadi lebih baik kedepannya," ungkap Awi sapaan ketua DPRD Surabaya, Minggu (18/7/21) di ruang Paripurna gedung DPRD kota Surabaya jalan Yos Sudarso.


Sementara, wakil wali kota Surabaya Armuji yang turut hadir melalui zoom mengakui covid kian mengganas, maka dari itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk bergotong royong berupaya meredam penyebaran covid di Surabaya.


Forkopimda kota surabaya, masih Armuji, sudah berupaya sedemikian rupa hingga pembukaan empat rumah sakit darurat di lahan aset surabaya. " Sebagai himbauan marilah kita tetap mengikuti semua aturan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," katanya.


" Kita juga berdoa untuk yang sudah terpapar, baik di rumah sakit maupun isolasi di rumah, semoga diberi kekuatan dalam proses penyembuhannya," harap Armuji.


Dipimpin Helmy M Noor sebagai MC, acara dimulai dengan pengantar doa bersama oleh KH. RPA Mujahid Ansori Ketua IKA UIN Sunan Ampel Surabaya.


" Dengan doa seperti ini, semoga dapat mewujudkan apa yang kita iktiyarkan selama ini dan membebaskan kita semua dari wabah Covid, khususnya di kota Surabaya," ucapnya.


Pembacaan istigotsah dilakukan oleh Al Mukarrom KH Muzakki Al Hafidz, Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, kemudian dilanjutkan Tausiyah singkat dan doa istighotsah oleh KH. A. Muhibbin Zuhri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya.


Kemudian secara bergantian, doa dipanjatkan oleh beberapa pemuka agama antara lain dari islam Mahsun Jayadi M.Ag, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Surabaya. Dari Kristen Pendeta Erik Tahalele, Katholik oleh Romo Iludius Josep Sumarno, Budha oleh Bhiksu Sarijan Adiviryanto, Hindu oleh Brahmana I Wayan SH dan terakhir dari pemuka agama Khonghucu oleh Xue Shi Liem Tiong Yang.



Ketua panitia Istiqotsah dan doa bersama lintas agama untuk keslamatan Surabaya, A.H Thoni kepada media mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari beriktiyar, berusaha, serta memberikan motivasi kepada eksekutif (pemerintah, red) dan masyarakat untuk pemutusan mata rantai penyebaran covid.


" Kami juga sudah mendorong memaksimalkan berbagai anggaran yang ada, nah sekarang kita menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan yang maha kuasa melalui doa bersama lintas agama ini," ungkap wakil ketua DPRD kota Surabaya ini.


Mudah-mudahan, masih A.H Thoni, spirit dalam doa bersama ini menjadi satu kekuatan baru bagi kita dan warga Surabaya. Juga diharapkan menjadi satu tradisi yang bisa diikuti ditempat lain, sehingga kekuatan iman dan mental masyarakat semakin kuat.


" Dengan iman dan mental yang kuat, saya yakin imun masyarakat akan kuat," tegas Thoni. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini