Jakarta, NAWACITAPOST - Tidak semua mahasiswa kontra dengan Presiden Joko Widodo, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas San Pedro, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya. Mereka mengaku akan pasang badan membela Presiden Joko Widodo usai ramainya istilah "The King of Lip Servie" yang diberikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada Presiden beberapa waktu lalu.
Pandangan mahasiswa NTT berbeda dengan BEM UI yang sering memberi kritik pedas kepada Presiden. Bukan tanpa alasan, pandangan mahasiswa NTT ini berdasarkan atas kinerja Jokowi yang telah membangun Indonesia maju dalam infrastruktur sejak 2014.
Jokowi adalah bapak pembangunan Indonesia-sentris, Ia menggantikan posisi Soeharto yang membangun Indnonesia secara Jawasentris menurut mahasiswa NTT. Senada dengan Mahasiswa NTT, mantan Gubernur DKI Jakarta Frengki Harim juga memberi julukan Jokowi sebagai ‘Bapak Pembangunan Indonesia Sentris’.
"Saya sebagai anak luar Pulau Jawa tepatnya berada di selatan Indonesia sangat senang dengan perkataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa pembangunan hari ini tidak lagi Jawa sentris tapi sudah Indonesia sentris. Dan kami melihat Jokowi tidak hanya lips service, tapi membuktikan kata-katanya dengan pembangunan nyata," ujar Frengki Harim, dikutip dari jejaring suara.com, Sabtu (03/07/2021).
Frengki menilai postingan kritik BEM UI terhadap Presiden Jokowi selaras. Tugas mahasiswa sebagai agen kontrol sosial, adalah mengawasi dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Bukan dari sisi personalnya, sebab Jokowi adalah seorang presiden.
Sebagai rakyat NTT, Frengki tidak memungkiri bahwa Jokowi adalah presiden yang mencintai mereka dengan sepenuh hati. NTT menjadi salah satu provinsi yang paling dicintai oleh Presiden Jokowi. Sudah beberapa kali, dan mungkin paling banyak Jokowi mengunjungi provinsi di selatan Indonesia ini.
Perlu dipahami, NTT dulu terkenal dengan daerah tertinggal, namun berkat pembangunan di era kepemimpinan Presiden Jokowi, NTT punya motivasi bersaing dengan daerah lain dalam infrastruktur.
"Kami sebagai anak miskin di NTT sangat merasakan KIP di masa Jokowi. Kami sebagai masyarakat petani dimana NTT yang selama ini merasakan kekeringan dan disebut 'sumber air sudah dekat', pada masa pemerintahan Jokowi telah dibangun tujuh bendungan, dan semua akan rampung tahun 2024. Ini adalah pembuktian dari kata-kata Jokowi," tandasnya.
Editor: Reski kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Senin, 20 Juli 2026 | 10:33 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:57 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:47 WIB
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:23 WIB
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:22 WIB
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:22 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 21:41 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB
Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:30 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 07:48 WIB
Kamis, 2 Juli 2026 | 21:21 WIB
Kamis, 2 Juli 2026 | 17:08 WIB
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:48 WIB