Kamis, 4 Juni 2026

Gelar Sarasehan, DKJT Maksimalkan Seniman Jatim

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Selasa, 8 Juni 2021 | 11:49 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menggelar acara sarasehan di kantornya yang berlokasi di Jl. Gentengkali No. 85 Surabaya, Kamis (3/6/2021).

Ketua Presidium DKJT Jatim, Taufik Hidayat memaparkan, betapa banyaknya para seniman yang dimiliki Jawa Timur, bahkan ketimbang provinsi lain di Indonesia, Jatim memengang peringkat pertama pemilik seniman terbanyak.

Oleh sebab itu, Taufik menyampaikan DKJT sebagai lembanga kesenian Jatim yang lahir pada tahun 1998 terus berupaya memaksimalkan potensi yang dimiliki para seniman ini.

“Seniman di Jatim itu ada enam juta orang lebih. Mereka lahir dari perguruan tinggi, pondok pesantren, komunitas kebudayaan, dan paguyuban. Setiap tahunnya lebih dari lima ratus calon seniman lahir,” kata Taufik Monyong sapaan akrabnya ini.

Taufik menyebut, seniman ini lahir setiap tahunnya dari beberapa perguruan tinggi negeri. Seperti Universitas Negeri Surabaya, Institus Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Kristen Petra, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jember, dan Sekolah Menengah Kesenian.

Kendati demikian, melihat banyaknya seniman yang lahir, Taufiq Monyong berharap ada peran pemerintah dalam memberikan suport kepada para seniman khususnya kepada DKJT sendiri.

Sebab potensi kesenian di Jatim, memiliki nilai yang menjajikan untuk kemajuan daerah dan menarik bagi wisatawan asing, sehingga dapat memberikan nilai bagi perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, penguatan Kebudayaan sendiri menurut bisa dimulai dari kader seniman yang ada di setiap desa. Seniman ini bertugas menghidupkan kebudayaan yang ada di sana agar tidak terlupakan. Terlebih tergeser arus budaya asing. Misalnya budaya panen ikan, panjat pohon, dan ruwat desa.

“Kebudayaan itu harus dijaga. Jika disinergikan dengan pariwisata, kebudayaan akan menjadi daya Tarik tersendiri. Contohnya di Jolotundo menampilkan seni bantengan, sekarang mulai ramai pengunjung. Di situ perekonomian masyarakat terdampak 'kan. Itu bisa jadi penghasilan,” imbuhnya.

Setelah memberikan pemaparan, penjelasan dilanjutkan oleh Nassar Al-Batadi, Wakil Sekjen DKJT. Nassar menyebut, ke depan DKJT akan menggelar program yang dibagi menjadi dua termin. Program tersebut salah satunya adalah perhelatan festival Jatim Art Forum.

Festival ini sudah ada sejak tahun 2015. Bedanya pada tahun ini festival dilaksanakan ke dalam dua termin. Selain itu, saat ini berfokus pada pengeksposan kebudayaan Jawa Timur. Sementara, nantinya akan ada penyaringan karya yang akan dipamerkan di Festival tersebut. Hanya karya terbaik lah yang bisa dipajang.

“Kami akan bagi kegiatan kami dalam dua termin. Termin pertama sosialisasi dan penyaringan karya, termin kedua pagelaran karya. Kalau dulu senimannya ada dari luar pulau, tapi tahun ini dari Jatim fokusnya,” tutur Nassar.

Nassar menambahkan, DKJT juga akan menerbitkan majalah serta buku kritik seni. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan makan bersama. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini