Pdt. Losanila Wau, S.Th, selaku Pdt resort Batam, mengatakan, rencana pembangunan gereja tersebut, dikarenakan, gedung gereja yang saat ini sudah tidak layak pakai lagi. Kemudian jemaat juga yang semakin bertambah. “Gedung sudah banyak yang bocor, ditambah jemaat yang kian hari bertambah. Saat ini, jemaat gereja BKPN Diaspora Batam yang resmi terdaftar, sebanyak 167 jiwa,” katanya.
Pengukuhan panitia pembangunan Gereja BKPN Diaspora Batam. (Foto: Pdt.Losanila Wau)
Dengan pelantikan panitia tersebut, Pdt. Losanila, berharap dukungan semua pihak untuk kesuksesan gedung gereja yang mengadopsi arsitektur rumah adat Nias Selatan. “Harapan saya, semoga seluruh warga Jemaat, Panitia Pembangunan, seluruh Masyarakat Nias, baik yang ada di Kota Batam maupun di luar Kota Batam, Pemerintah Kota Batam dan Kepri, dan Dermawan, dimohon dukungannya dalam penyelesaian pembangunan Gedung Gereja BKPN Diaspora Batam, berkenan memberikan dukungan baik moril dan materil, sehingga pembangunan ini bisa terselesaikan selama kurang lebih 3 Tahun,” ucapnya.
Menurutnya, kalkulasi biaya pembangunan gereja tersebut selama 3 tahun, sekitar Rp3 miliar.
Ketua panitia pembangunan Gereja, Ev.Yoramo Hia, S.Th, dalam sambutannya, menyampaikan harapannya kepada seluruh panitia, untuk selalu solid, demi kesuksesan bersama. “ saya berharap teman-teman panitia tidak meninggalkan saya ditengah perjalanan, saya merindukan gereja ini segera terealisasi, untuk kebanggaan dan kemuliaan Tuhan,” ucapnya.
-
Folo’oziduhu Nehe, selaku penasihat pembangunan Gereja BKPN Diaspora Batam, mengimbau kepada seluruh jemaat untuk lebih proaktif dan berbuat demi kelancaran dan kesuksesan pembangunan tempat ibadah. “Saya mengimbau kepada kita semua, seluruh jemaat, supaya jangan hanya tahu urusan panitia, kita berprinsip, saya juga harus berbuat, saya harus menciptakan monumen dalam hidup saya, bahwa saya pernah berbuat, biarpun hanya selembar keramik,” terangnya.
Anggota DPRD Kota Batam, dan juga sebagai penasihat pembangunan Gereja BKPN Diaspora Batam, Utusan Sarumaha, mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi rencana pembangunan gereja yang mengadopsi arsitektur rumah adat Nias Selatan, karena bisa merupakan ikon Nias yang ada di Batam. “kebanggaan kami dari designnya membuat saya terharu, karena gereja ini akan menjadi ikon Ono Niha (Nias) di masa depan, punya simbol rohani, sosial, dan bisa menjadi ikon pariwisata kota Batam,” terang Utusan. (Antorius Zagoto)