Jumat, 5 Juni 2026

Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid Refresh Jogo Tonggo, Gerak Lebih Semangat Lagi

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Rabu, 5 Mei 2021 | 23:31 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf) merefresh Jogo Tonggo. Hal itu dilakukan agar bisa bergerak lebih semangat lagi. Dirinya ingin, disamping vaksinasi yang terus dilaksanakan, kebijakan – kebijakan Pemerintah Kota juga dilakukan. Lalu juga dia ingin agar tidak ada lagi penerbangan balon udara liar. Sebab, menurutnya, itu membahayakan. Tentu Jogo Tonggo diharapkan bisa membantu menyosialisasikan perihal tersebut. Terlebih disaat momen Hari Raya. Tujuan tentu untuk membantu menekan angka Covid 19 agar semakin menurun.

Foto : Rapat Koordinasi

Aaf mengatakan pada (05/05/2021) di Ruang Amarta, Setda Kota Pekalongan dalam agenda Rapat Koordinasi Penguatan Satgas Jogo Tonggo atau Satgas Covid 19 Kelurahan. Yang mana dalam rangka Antisipasi Pemudik dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid 19 di Kota Pekalongan Tahun 2021. Dia membuka langsung agenda tersebut. Hadir dalam acara yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa, Faskel Kelurahan, BKM dan LPM. Menurutnya, vaksinasi usai lansia belum memenuhi target.

-
Foto : Rapat Koordinasi

“Posisi sekarang ini sedang berjalan vaksinasi di Dinas Kesehatan. Tapi vaksinasi pun ada yang belum memenuhi target yaitu lansia. Kita harapkan bapak ibu bisa melakukan sosialisasi kepada warga. Bahwa vaksinasi ini aman selama tidak ada penyakit bawaan, selama kondisinya fit dan jujur tracking sebelum disuntik. Insya Allah aman. Kebijakan – kebijakan juga kita Pemerintah Kota lakukan yaitu tidak boleh menerbangkan balon. Itu sebetulnya tidak ada hubungannya dengan Covid. Karena sebelum Covid pun kita sudah melarang keras untuk penerbangan balon udara,” terang Aaf.
BACA JUGA: Rekrut BPD Desa Lawindra Berujung Langgar Aturan

Wali Kota juga menjelaskan bahwa menerbangkan balon udara bisa berdampak tidak baik. “Membahayakan baik untuk dirinya sendiri maupun membahayakan untuk orang lain. Tidak hanya pesawat terbang yang terdampak. Lalu lintas pesawat area Jawa Tengah dan antar lintas negara banyak yang lewat. Keterkaitan lopis raksasa, sangat terpaksa tidak bisa kita support. Kita dapat arahan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat untuk sementara menghindari keramaian dulu. Bahkan sudah diinstruksikan oleh Gubernur,” katanya.

-
Foto : Rapat Koordinasi

Lalu Achmad Afzan Arslan Djunaid juga mengatakan bahwa Kepala Daerah pun tidak diperbolehkan melakukan Open House dan Halal Bi Halal. “Semua Kepala Daerah baik Bupati maupun Wali Kota tidak boleh melakukan Open House maupun Halal Bi Halal. Jadi keramaian otomatis tidak bisa kita lakukan dalam situasi dan kondisi sekarang. Tapi apapun kan keinginannya dengan Covid ini ada dua. Kita mau focus ke kesehatan atau ekonomi. Kalau kita focus kesehatan, perkembangan Covid tidak boleh ekonomi lesu dan mati,” lanjut Wali Kota.

-
Foto : Rapat Koordinasi

Achmad Afzan Arslan Djunaid juga mengatakan bahwa pihaknya sedang fokus ke kesehatan dan ekonomi. Menurutnya, keduanya harus berimbang. Sebab kalau salah satu saja yang diprioritaskan tentu proses tidak akan berjalan bagus. Terutama ketika menghadapi kondisi seperti saat ini. “Sementara kalau fokus ke ekonomi, India mengadakan Sungai Naga, diikuti oleh ratusan orang itu ternyata langsung menyebabkan tsunami Covid yang sampai sekarang sudah 20 juta lebih yang kena. Dan di rumah sakit di seluruh India sudah kehabisan oksigen,” paparnya.
BACA JUGA: Purnawirawan Kapolri Miliki Villa Megamendung dan Masjid, Siapakah?

Pria berdarah Jawa ini pun juga menjelaskan bahwa ada contoh di Indonesia, kasus Covid semakin mengganas. Bahkan menyebabkan setiap 10 menit, ada saja yang meninggal dunia. Tentu hal ini memprihatinkan sekaligus juga dirinya harus mewaspadai khususnya di Kota Pekalongan. Sehingga dia selalu mengingatkan warganya. “Ini tentu yang menyebabkan tiap 10 menit ada meninggal gara – gara Covid. Sehingga tidak ingin ini terjadi di Indonesia. Sehingga kebijakan apapun kita prioritaskan. Supaya ekonomi berjalan dan kesehatan terjaga serta angka Covidnya bisa dikendalikan. Mudah – mudahan tambah landau,” imbuhnya.

-
Foto : Rapat Koordinasi

Oleh karenanya, kata Aaf, dia ingin adanya penguatan Satgas Jogo Tonggo agar laju penyebaran Covid 19 bisa semakin landai menurun. “Ya ini penguatan Satgas Jaga Tangga. Jadi ada semacam menjelang Hari Raya ini kita harus kuatkan lagi Jogo Tanggo. Tujuannya lagi – lagi untuk Covid 19. Supaya masyarakat ini bisa saling menjaga. Kita sudah evaluasi Satgas dari Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Faskel Kelurahan, BKM, LPM semuanya terlibat. Ya ini mudah – mudahan lah bisa sama – sama nantinya akan menekan angka penularan Covid,” tambahnya.
BACA JUGA: Polsek Hibala Tidak Aktif, Kejahatan Meningkat

“Saya tegaskan juga kepada masyarakat. Bahwa yang terpenting, yang paling sederhana, ini adalah menjaga 5 M saja sehari – hari disamping vaksin dan sebagainya. Itu sudah cukup untuk menekan angka Covid. 5 M itu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Alhamdulillah sekarang sudah landau, dalam arti sudah turun. Tetapi itu jangan menjadikan kita lengah. Jangan menjadikan kita abai, tidak melakukan protocol kesehatan,” lanjut Achmad Afzan Arslan Djunaid.

-
Foto : Rapat Koordinasi

Aaf berharap agar jangan ada klaster baru Covid 19. “Harapannya kita jangan ada klaster baru. Waspadai klaster baru di Ramadhan akhir dan Idul Fitri nanti. Pemerintah tegas sudah melarang. Dari Pemerintah Pusat juga sudah melarang mudik. Ada himbauan dari Gubernur, semua Kepala Daerah baik itu Bupati dan Wali Kota tidak melakukan Open House maupun Halal Bi Halal. Makanya kita lakukan penyuluhan, kita refresh lagi supaya mereka bisa bergerak untuk lebih semangat lagi,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini