Baca Juga: Terkait Kongres PGRI Kubu UR, Supriono: Pendek Akal Kok Rame-rame
"Inilah guru di Kabupaten Jember, selalu kompak, selalu semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, untuk itu teman-temanku semua, tolak apa yang dikeluarkan oleh mereka, SK itu adalah SK setan, SK yang memecah belah guru, saya tidak rela Jember dipecah belah, karena Jember sudah baik, Jember sudah kondusif, jangan dipecah belah atas nama kebenaran yang palsu," ungkapnya.
Supriyono menjelaskan, untuk itu sekali lagi, tolak mereka, hidup guru, hidup PGRI, solidaritas, yeeess, yeeess yeeess.
Begitu juga Humas Pengurus Besar (PB) PGRI Ketua Umum (Ketum) Teguh Sumarno, Ilham Wahyudi dalam orasinya menyampaikan, ada kampus sayang setan, sehingga akibat kampus ini, yang memecah belah guru, di seluruh Kabupaten Jember.
Baca Juga: Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
"Makanya anak-anaknya guru, jangan di sekolahkan di Universitas PGRI Argopuro (Unipar) ini, karena berkas kampus ini akan memecah PGRI Kabupaten Jember," kata Ilham Wahyudi didepan kampus Unipar, Jalan Jawa, Nomor 10, Tegal Boto Lor, Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Lanjut Ilham Wahyudi, bagaimana SK pembekuan terjadi, sementara PB PGRI - nya Unifah Rosyidi yang setan ini mengeluarkan surat pembekuan, padahal dia sendiri disengketa secara hukum.
"Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) masih belum memutuskan, oleh karena itu Kabupaten Jember menolak Unifah Rosyidi Ketua Umum (Ketum) PB PGRI menjadi Ketum lagi," tandasnya.
Baca Juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polsek Jatikalen dan STKIP PGRI Nganjuk Lakukan Aksi Sosial
Sementara Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Unifah Rosyidi ketika diwawancarai enggan memberikan komentar atau statement.
"Mohon Maaf ya, saya di sini hanya tamu menghadiri acara halal bihalal," ucap Unifah Rosyidi singkat sambil lari-lari kecil menuju Aula di salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Nomor 88, Telengsah, Jember Kidul, KecamatanKecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Baca Juga: Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Sejumlah wartawan dilarang masuk dan dihadang oleh petugas saat mau menyaksikan halal bihalal di Hotel itu.
"Hanya anggota PGRI yang boleh masuk," kata penjaga di acara itu.(Bersambung)
Artikel Terkait
Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polsek Jatikalen dan STKIP PGRI Nganjuk Lakukan Aksi SosialĀ
Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
Terkait Kongres PGRI Kubu UR, Supriono: Pendek Akal Kok Rame-rame
Ketum PB PGRI Hasil KLB Hadiri Momen Halal Bihalal dan Event Konferensi PGRI Jatim
PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara
Peringatan Hardiknas tahun 2024, Ini Pendapat Ketum PB PGRI Teguh Sumarno