NAWACITAPOST.COM - Ribuan guru yang tergabung dalam organisasi profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar aksi demo dalam rangka menolak pemecah belah guru dengan notabene Surat Keputusan (SK) pembekuan PGRI Jember yang diketuai oleh Supriyono.
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pembekuan PGRI Kabupaten Jember yang diketuai oleh Supriyono tertuang dalam SK Nomor 27/Kep/PB/XXIII/2024 tertanggal 24 April 2024 yang ditanda tangani oleh Unifah Rosyidi selaku Ketua Umum PB PGRI dan Dudung Abdul Qodir sebagai Sekjen PGRI.
Baca Juga: Peringatan Hardiknas tahun 2024, Ini Pendapat Ketum PB PGRI Teguh Sumarno
Supriyono menilai SK pembekuan itu adalah SK setan. Sebab, SK tersebut akan menjelma sebagai pemecah belah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Jember lantaran akan memicu pro kontra di kalangan guru.
Pantauan wartawan Nawacitapost.com dengan memakai almamater yang bercorak batik dengan kombinasi warna hitam dan putih, ribuan anggota PGRI berkumpul di sekitar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dilanjutkan bergerak kearah Timur, dan berhenti orasi di depan Kampus I (Satu) Universitas PGRI Argopuro (Unipar) sekitar 20 menit.
Baca Juga: PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara
Kemudian mereka bergerak kembali hingga menuju ke salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Nomor 88, Telengsah, Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam orasinya Supriyono berkata, PGRI Jember kondusif, tidak terpecah-pecah, dan bergerak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD / ART).
"Tapi kenapa ada oknum yang yang rela memecah belah, dengan menerbitkan SK setan, SK yang memecah belah guru, ini sudah terjadi di Banyuwangi, Jember tidak ingin seperti Banyuwangi, dipecah belah oleh SK setan," kata Supriyono dengan nada keras dan berapi-api.
Baca Juga: Ketum PB PGRI Hasil KLB Hadiri Momen Halal Bihalal dan Event Konferensi PGRI Jatim
Lanjut Supriyono, untuk itu kepada temanku semua, di dalam hotel ini, sedang berlangsung, kegiatan yang dikemas dengan halal bihalal, tapi yang hadir, mereka yang mengeluarkan SK setan, SK pembekuan yang akan akan memunculkan pecah belah guru.
"Kita tolak mereka, karena datang ke Jember hanya untuk memecah belah, mereka bukan pengurus PGRI, mereka gadungan, karena mereka rela memecah belah guru seperti di Banyuwangi, Jember bukan Banyuwangi, Jember tidak bisa dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Supriyono.
Supriyono mengungkapkan, Jember mencintai persatuan, Jember sayang PGRI, Jember tidak suka dipecah belah, untuk itu yang di dalam dengarkan jangan dipecah belah.
Artikel Terkait
Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Polsek Jatikalen dan STKIP PGRI Nganjuk Lakukan Aksi SosialĀ
Bicara PGRI, Yuk Baca Artikel Tentang Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuifaksi Organisasi
Terkait Kongres PGRI Kubu UR, Supriono: Pendek Akal Kok Rame-rame
Ketum PB PGRI Hasil KLB Hadiri Momen Halal Bihalal dan Event Konferensi PGRI Jatim
PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara
Peringatan Hardiknas tahun 2024, Ini Pendapat Ketum PB PGRI Teguh Sumarno