Surabaya NAWACITAPOST - Warga apartemen Arya Duta dan Para Pedagang yang tergabung dalam P4 (Paguyuban Penghuni, Penyewa dan Pedagang) Cito mall mengadukan keresahannya kepada Walikota Surabaya yang baru, Eri Cahyadi.
Mereka datang karena butuh kepastian rencana adanya RS Covid Siloam di lokasi Cito mall.
" Meski belum berijin, pihak RS Siloam tetap melanjutkan aktivitas pekerjaan. Kami sudah menyurati Dinas Lingkungan, Cipta Karya dll tapi mereka tetap jalan. Ini persoalannya," ungkap Totok Adi Prasetyo, koordinator P4 Cito mall usai audensi dengan Walikota Eri, Senin (29/3/21)
Warga dan pemilik outlite resah, sejak beredarnya kabar ini, mall menjadi sepi pembeli sehingga dari 1300 unit, yang buka saat tidak lebih dari 400 unit.
Suasana Audensi warga bersama Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan para kepala Dinas terkait penolakan rencana adanya RS Covid Siloam di area Cito mall, Senin (29/3/21)
Totok menjelaskan, tadi sudah ada penegasan dari Walikota bahwa akan menghentikan aktivitas pekerjaan di RS Siloam sampai Kamis mendatang.
" Kamis nanti, Walikota berjanji akan memanggil pihak Siloam pusat untuk bertemu dengan warga apartemen dan tenan untuk mencari solusi yang terbaik permasalahan ini," ungkapnya.
Harapannya adalah, Walikota yang baru ini memberi energi untuk bagaimana Cito lebih bagus.
Sementara didepan paguyuban P4 Cito, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak akan menyetujui adanya RS Covid di lokasi tersebut.
" Kami di jajaran pemerintahan memahami, saat rencana Apartemen dan Mall akan dijadikan satu dengan Rumah Sakit Covid-19, tentu penghuni dan pemilik tenant akan ketakutan sekaligus marah karena merasa dibohongi sejak pembelian aset disitu," terangnya.
Sebaliknya, menurut Eri, Surabaya juga sangat membutuhkan investasi sesuai dengan konsep Presiden Jokowi yaitu, pemulihan ekonomi menyeluruh di Indonesia.
Yang berarti masyarakat kota Surabaya juga butuh keberadaan rumah sakit. Selain sebagai sarana kesehatan, ini juga sebagai bentuk investasi khususnya dalam penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya.
Namun, Eri menyampaikan bahwa, rumah sakit atau klinik bila berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan, secara otomatis kondisi mall akan jadi ramai. Mengapa tidak kita izinkan berdirinya rumah sakit tersebut.
Ia memaparkan, kondisi terkini pandemi Covid-19 di Surabaya sudah turun sudah ke zona kuning, artinya tugas kita adalah bagaimana mempertahankan dan mengurangi.
Sejajar dengan itu, okupansi rumah sakit yang melayani pasien positif turun tinggal 35%, ini indikator keberhasilan, baik dari Gubernur Jatim, Pemkot Surabaya, Satgas Kota Surabaya, bagaimana berkolaborasi mengurangi Covid-19.
“Menurunnya kamar pasien positif di rumah sakit, secara otomatis tidak ada kasus Covid-19 di Surabaya, clear.” terang Walikota Surabaya pengganti Bu Risma ini.