Surabaya NAWACITAPOST – Banyak yang meragukan pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bahwa nantinya warga Surabaya bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis dan hanya perlu mencantumkan KTP saja.
Hal ini bukan hanya manis dibibir, tapi terbukti dengan ditanda tanganninya nota kesepakatan Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) antara Pemkot Surabaya bersama BPJS, Selasa (16/3/2021).
“Warga Surabaya tidak perlu macam-macam untuk dilayani kesehatannya. Cukup dengan KTP saja sudah bisa dilayani,” kata Eri usai acara penandatanganan MoU.
Walikota yang baru sebulan menjabat ini menargetkan pelayanan kesehatan bersyarat KTP itu bakal dimulai pada bulan April 2021 mendatang. Dari situ, pihaknya akan terus mengebut pendataan, sehingga program itu bisa terealisasi tepat waktu.
" Langkah ini adalah upaya pemerataan pada pelayanan kesehatan di Kota Surabaya, terlebih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan finasial. Saya berharap betul semua masyarakat bisa merasakan,” tegas Eri.
Ia mencontohkan, ketika ada seseorang yang masuk kategori BPJS kelas satu kemudian tak sanggup untuk melakukan pembayaran, maka secara otomatis akan dimaksudkan langsung menjadi kategori tiga.
“Nah, ketika mau pindah ke kelas tiga secara otomatis langsung dicover oleh pemerintah kota,” ujarnya.
Hingga saat ini, menurut Eri, data pemegang jaminan kesehatan di Surabaya yang masuk sudah mencapai 90 persen. " Ketika data tersebut sudah mencapai 95 persen, maka masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan berbekal KTP, di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur, I Made Puja Yasa menerangkan, saat ini jumlah penduduk yang sudah tercover dalam program ini secara nasional sebanyak 222 juta jiwa atau sekitar 82 persen dari total penduduk di Indonesia.
Sedangkan di Jatim, jumlah penduduk yang sudah tercover program ini sebanyak 30,9 juta jiwa ini dari 41 juta jiwa. Artinya, masih 75 persen dari total penduduk di Jatim yang sudah tercover.
“Sedangkan posisi Surabaya sendiri, saat ini penduduk yang sudah yang tercover dari 2,9 itu ada 2,5 juta. Jadi lebih kurang 84,4 persen. Jadi saat ini saja Kota Surabaya sudah di atas rata-rata nasional,” terang Made.
Dalam hal ini Made menyebut ini merupakan sebuah prestasi bagi Kota Surabaya. Terlebih jajaran pemkot terus mengawal proses pendataan jaminan kesehatan.
“Komitmen yang luar biasa terkait kehadiran pemerintah di dalam memastikan jaminan kesehatan di wilayah Kota Surabaya,” tukasnya. (*/bnw)