Kamis, 4 Juni 2026

Polemik RS Covid Siloam, Ketua Komisi C : Sebaiknya Cari Lokasi Baru

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 8 Februari 2021 | 20:57 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Terkait polemik rencana dibukanya Rumah Sakit (RS) Khusus Covid-19 dibawah bendera Siloam, di City of Tomorrow (Cito) Mall-Surabaya, Perkumpulan Penghuni, Pemilik dan Pedagang (P4) Cito sudah mengirimkan surat pengaduannya kepada Komisi C DPRD kota Surabaya.


Menyikapi hal ini, Ketua Komisi C Baktiono menyatakan dukungannya bahwa untuk saat ini apabila ada pihak swasta maupun pemerintah yang akan membangun rumah sakit khusus penanganan Covid-19. " Itu sangat bagus, karena turut berperan serta dalam penanggulangan Covid-19, apalagi anggaran Covid-19 sesuai Perpu No.1 tahun 2020 ditanggung oleh pemerintah," ujarnya kepada Nawacitapost, Senin (8/2/21)


Ia mengakui, rumah sakit swasta maupun pemerintah sudah penuh, dan kasus pandemi semakin meluas, maka jika ada swasta yang ingin mengoperasikan RS Khusus Covid-19 yang kami sangat mengapresiasi.


Namun Politisi senior PDI perjuangan, permasalahannya Siloam akan mengoperasikan rumah sakit khusus Covid-19 di bangunan yang sudah ada ditengah-tengah warga masyarakat dan pusat ekonomi Cito Mall, yang sudah menghuni apartemen dan melakukan transaksi perdagangan di Cito Mall. " Ini jelas tidak diperbolehkan.” tegasnya.


RS Siloam merupakan anak perusahaan besar Lippo Group yang bukan hanya di Indonesia tapi juga diluar negeri yaitu.  Jika mau membangun rumah sakit khusus Covid-19, Baktiono menyarankan sebaiknya membangun ditempat yang baru supaya tidak menjadi polemik.


“Kan masih banyak lahan di Surabaya yang kosong, di sekitar Jl. Juanda misalnya. Atau Lippo Group bisa akuisisi rumah sakit yang tidak operasional lagi seperti Internasional Hospital di daerah PTC Surabaya Barat sana, bukan bangunan yang sudah ada penghuninya atau warga apartemen Cito Mall.” urainya.


Baktiono menjelaskan, bangunan di Cito Mall seyogyanya sebagian untuk hunian apartemen, dan satu lagi untuk hotel, sehingga banyak warga yang sudah membeli unit room di situ.


Kenapa, tutur Baktiono, karena warga atau pembeli unit apartemen Cito Mall tentu sangat senang jika huniannya berdampingan dengan hotel. Tapi tiba-tiba manajemen RS Siloam merubah hotel akan dijadikan RS Khusus Covid-19.


“Ini jelas penyalahgunaan peruntukan, dari hotel ko jadi rumah sakit, khusus Covid-19 lagi. Jadi kami minta Siloam dalam hal ini Lippo Group harus kembali ke kesepakatan awal dengan pembeli unit room, atau warga penghuni apartemen.”kata Baktiono.


Dirinya kembali menambahkan, sekelas Siloam dari grup Lippo seharusnya mencari lahan baru dan membangun gedung baru untuk rumah sakit khusus Covid-19, bukan gedung yang sudah dihuni warga apartemen.


“Sekelas Lippo Group mosok ga punya duit bangun rumah sakit di lahan baru. Jadi kami minta sebaiknya Siloam cari lahan baru saja, jangan di Cito Mall.” ungkapnya. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini