" Kami sudah bertemu dengan pengurus kampung setempat, beliau juga satu misi yaitu masyarakat disini wajib mengerti tentang sejarah Bung Karno dan Surabaya agar dapat menjelaskannya pada wisatawan yang datang ketempat ini," urai Seno.
Hal ini, masih Seno, merupakan kerja keras Pemkot Surabaya yang sudah membeli kedua tempat bersejarah ini. " Kami melihat secara langsung proses pengembangan sejarah dikota Surabaya, dibangun secara utuh oleh Pemkot sebagai regulator."
Di peringatan Sumpah Pemuda, Seno berharap Pemuda sebagai agen atau lokomotif perubahan tidak serta merta melupakan sejarah. " Kita memiliki masa depan, tapi ada masa lampau dan masa kini yang harus disinergikan. Dulu, Budi Utomo itu dibangun oleh Dr. Wahidin dan Dr. Sutomo. Bung Karno pun tidak akan menjadi Bung Karno tanpa adanya mbah Cokroaminoto. Sehingga diskusi dan komunikasi antar generasi itu penting, tetapi anak mudalah yang menjadi aktor penting tentunya dengan interaksi atau dialog dengan pendahulunya untuk memastikan bahwa pembangunan itu berkelanjutan," tandasnya.
Sementara, Yanto Banteng ketua KBRSP menjelaskan bahwa organisasinya selalu mensupport semua gerakan anak-anak muda. Dalam hal ini, KBRSP turut memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai tonggak awal bersatunya pemuda-pemuda Indonesia dalam gerakan yang rasional, riil dan nyata yang patut ditauladani oleh generasi saat ini yang hanya menikmati kemerdekaan yang telah ada.
" Saya sangat bangga dengan generasi muda saat ini, terutama ASURO dan Taruna Merah Putih yang masih mau mengingat pendahulunya," katanya. (28/10)
Kepada seluruh pemuda Yanto berharap untuk selalu mengingat jasa-jasa pendahulu kita. " Dalam kegiatan apapun haruslah selalu membawa semangat kebangsaan dan nasionalisme dari situ tidak ada mata rantai yang terputus antara generasi muda dengan generasi sebelumnya. Sekali lagi saya merasa salut kepada generasi muda yang masih peduli dengan bangsanya dan terhadap para Pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia," tutup Yanto.
Senada dengan rekan-rekannya, Samsul Arifin penggagas komunitas AKAR RUMPUT Surabaya merasakan kebanggaan yang mendalam karena turut dilibatkan di agenda safari yang menurutnya sangat penting bagi generasi muda saat ini.
Semoga, masih Samsul, agenda-agenda seperti terus dilakukan sebagai pemupuk semangat generasi muda dalam berkarya dan belajar kearah yang lebih baik kedepannya.
Komunitas AKAR RUMPUT menurut Samsul adalah tumbuh dari keinginan pemuda pemudi wilayah Perak menjadi pribadi yang dinamis, exelent dan jangka panjangnya adalah untuk mendedikasikan diri di kota Surabaya.
Samsul juga berharap agar para pemimpin dapat memberikan wadah dan akses juga fasilitas yang baik kepada generasi muda sebagai ujung tombak bagi kemajuan suatu wilayah. (BNW)