Jumat, 5 Juni 2026

Pilwali 2020, Ketum Pemuda Pusura Siap Berdiskusi

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Minggu, 27 September 2020 | 02:02 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Di usianya yang ke-84 tahun ini, selain melantik kepengurusan tingkat pusat, Perkumpulan Putra Surabaya (PUSURA) juga melebarkan sayapnya dengan melantik KSB Pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara) di 31 kecamatan se-Surabaya. Sabtu (26/9/20)


Ditemui usai acara, Ketua umum Pemuda Pusura Hoslih Abdullah menyatakan syukur atas terpilihnya Ia kembali menjadi Ketua umum selama dua periode nanti. " Tapi tujuan utamanya memang sebetulnya perlu ada regenerasi untuk kepengurusan berikutnya," ungkapnya di Mirama Mercure Hotel.


Ia berharap, mudah-mudahan di periode ini ada generasi-generasi muda yang bisa meneruskan kepengurusan ini sekaligus meneruskan perjuangan PUSURA.


" Ini (Pemuda Pusura.red) kan menjadi kepanjangan dari PUSURA yang organisasinya sudah sangat tua sekali, saya mestinya sudah berada di PUSURA-nya, tapi ada amanat yang harus dilaksanakan agar bisa melanjutkan sampai ada generasi muda yang visi misinya sesuai dengan PUSURA," kata Cak Dullah, panggilannya.


Dullah menjelaskan, untuk saat ini PUSURA sudah melantik 43 orang di kepengurusan Pemuda Pusura pusat beserta pengurus KSB di 31 kecamatan se-Surabaya.


Setelah pembentukan 31 pengurus kecamatan se-Surabaya, Pemuda Pusura ingin membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19. " Itu yang paling perlu," tegasnya.


Setelah inipun, masih Cak Dullah, akan diadakan Raker untuk menentukan langkah kedepan. Baik dalam jangka pendek, menengah dan langkah jangka panjang.


Dalam menghadapi Pilkada Surabaya 2020, Dullah menegaskan bahwa dalam 84 tahun ini PUSURA merupakan organisasi independent dan tidak pernah berpihak kepada siapapun. Namun masalah pilihan diserahkan ke masing-masing pengurus.


" Tapi satu, perlu kami sampaikan nanti dalam Pilkada ini barangkali ada yang sevisi dan semisi dengan Pusura yaitu dalam hal membangkitkan kembali karakter arek-arek Suroboyo yang sesuai asas nilai kegotong royongan, kebersamaan, kesetaraan, kerakyatan dan banyak hal lainnya yang saat ini sudah hilang. Barangkali ada yang mau diskusi dengan Pusura, kita akan berikan kesempatan," katanya.


" Saat ini Kebersamaan kita kurang, jiwa gotong royongnya hilang, sehingga mengatasi masalah Pandemi ini agak sulit. Karena semua kuncinya adalah kebersamaan," ujar Hoslih Abdullah menjawab kriteria seorang Pemimpin. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini