Surabaya NAWACITAPOST – Pilwali Surabaya 2020 memang hangat dibicarakan, apalagi bicara dihadapan kopi dan pisang goreng yang masih hangat. Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya hari ini, kedepan, sesuai regulasi tak bisa mencalonkan dirinya kembali karena sudah dua periode mengemban jabatannya. Disinilah menariknya...
Saat ini teka teki Calon Walikota Surabaya periode 2021-2026 mulai terkuak, Machfud Arifin (MA) yang sudah diusung Delapan Partai di Parlemen Surabaya sudah rajin turun ke warga untuk memperkenalkan jati diri, visi dan misinya. Ada juga calon perseorangan Yasin-Gunawan yang saat ini masih menjalani tahapan verifikasi dukungannya oleh penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya.
Sementara, PDIP masih berkutat pada sikap ragu-ragunya dalam menentukan Calonnya seperti Wisnu Sakti Buana (WSB) atau Ery Cahyani (EC) si Anak emas Risma.
Antara MA yang didukung 8 partai ataupun WSB dan EC yang bisa jadi didukung PDIP serta PSI belum terlihat sandingannya yakni Calon Wakil Walikota, maka dari itu banyak obrolan di warung kopi yang berspekulasi terkait siap bakal calon Wakil Walikota (Bacawawali) yang pantas muncul ikut kontestasi Pilwali Surabaya yang menurut masyarakat adalah pertarungan politik tingkat pusat.
Beberapa nama sudah bermunculan seperti Gus Hans, Lia Istifhama, Dwi Astuti, Arzeti Bilbina, Siti Anggraenie Hapsari (SAH), Mujiaman (Dirut PDAM Surabaya), Hendro Gunawan (Sekda Pemkot Surabaya), bahkan ada nama Armuji (Anggota DPRD Jatim) meski akhirnya mengundurkan diri karena merasa terjegal. Dan satu lagi Bacawawali yang sedang menjadi pembicaraan, dialah Dwi Purnomo (DP) mantan Kadisnaker kota Surabaya.
Beberapa hari ini, ratusan buruh dan pekerja di Surabaya turun ke jalan untuk menjalankan misinya menggalang satu juta tanda tangan mendukung DP menjadi Calon Walikota Surabaya, seperti terlihat hari ini di jalan raya SIER Rungkut Surabaya. Kamis (9/7/20)
Selain itu, Ratusan Pekerja yang tergabung di puluhan organisasi Buruh juga berupaya mensosialisasikan program Pemerintah terkait protokol kesehatan dengan membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan yang lewat.
Koordinator aksi, Hendrik Bode menjelaskan bahwa dirinya bersama ratusan buruh yang tergabung dalam SP/SB (Serikat Pekerja / Serikat Buruh) se Surabaya bersepakat mendukung dan meminta kepada Dwi Purnomo untuk maju sebagai Cawawali kota Surabaya.
" Tentu ini kami lakukan karena kami melihat Dwi Purnomo sebagai mantan Kadisnaker Surabaya adalah sosok yang peduli pada masyarakat kota Surabaya khususnya untuk Buruh dan Pekerja," papar Hendrik.
Ketika menjabat sebagai Kadisnaker, Menurutnya, DP bukan membela buruh tetapi Ia menegakkan aturan-aturan perburuhan sebagaimana mestinya sehingga buruh di kota Surabaya ini bisa bekerja dengan yakin dan tenang. Tidak khawatir dengan aturan-aturan yang bertentangan.
Lanjut Hendrik, ada 39 elemen SP/SB yang saat ini mendukung DP sebagai Cawawali dan rencananya akan disodorkan kepada Partai yang berkompeten mengangkat DP menjadi Cawawali.
" Disini kami akan menunjukkan bahwa pak Dwi ini layak menjadi orang nomer 2 di kota Surabaya ini dengan segala kepeduliannya terhadap masyrakat kota Surabaya," Pungkas Hendrik. (BNW)