Surabaya NAWACITAPOST - Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono mengapresiasi kinerja Pemkot Surabaya terkait penanganan ODP warga Dupak Masigit III, Kel. Jepara Kec. Bubutan yang sejak 13 Mei yang lalu.
Sesuai keterangannya, sejak ada kasus positif (PDP) di kampung Dupak Masagit gang III, para warga yang kebetulan adalah keluarga pasien dianjurkan untuk dikarantina. Adapun jumlahnya adalah 26 orang dikarantina di hotel kawasan Gubeng yang kemudian dipindahkan ke asrama haji, 1 orang dirawat RS PHC dan 7 orang di RS Husada Utama.
Untuk yang dikarantina RS Husada Utama, kemarin malam (4/6) telah dipulangkan 2 orang dan menurut info malam nanti (5/6) akan dipulangkan 3 orang lagi, kata Budi Leksono di kantor Dewan Yos Sudarso. Jumat (5/6/20)
Saat ini, setelah dikarantina dan menjalani tiga kali swab dan dinyatakan negatif, ke 26 warga yang berada di Asrama Haji akhirnya direkomendasikan untuk pulang kerumah masing-masing.
Memang diakuinya, warga yang terkarantina sempat mengeluh mulai merasa jenuh dan bosan, namun untuk menguatkan mental mereka, Budi Leksono rajin memberikan motivasi untuk lebih bersabar sambil menunggu hasil swabnya
Dikawatirkan, apabila mereka keluar sebelum dinyatakan negatif, akan terjadi banyak orang mengalami seperti apa yang dialami Wisnu Sakti Wakil Walikota Surabaya yang dinyatakan ODP karena kontak dengan PDP yang baru dipulangkan, ujar Politikus PDIP ini.
Budi Leksono berpesan agar warga yang dipulangkan itu tetap waspada dan selalu mengikuti protokol kesehatan dengan selalu cuci tangan atau hand sanitizer, menggunakan masker, jaga jarak aman minimum satu meter (Physical Distancing) serta makan dan minuman bergizi.
Meski saat ini banyak rumor bahwa ada warga yang statusnya Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tampa Gejala (OTG) masih berkeliaran mencari teman baru untuk ditulari virus ini, Budi Leksono sebagai tokoh masyarakat berharap warga Dupak Masigit tetap waspada dan memaksimalkan keberadaan Kampung Wani Covid-19.
Terkait rumor, dirinya meminta agar tim tiga pilar dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pemkot Surabaya turun tangan memberikan kepastian dan pencerahan agar masyarakat tidak resah,” pungkas Abah Budi.
Dalam kesempatan ini, Abah Budi (Panggilan Budi Leksono) mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya untuk Pemkot Surabaya melalui Puskesmas yang ditunjuk, pihak aparat kepolisian dan TNI yang turut andil dalam pengawasannya. (BNW)