Atmosfer demonstrasi makin membara saat jurnalis senior berusia 73 tahun, Herbert Sitohang, angkat bicara. Dengan nada lantang, ia mengecam aksi pengusiran dan mengancam akan memboyong kasus ini ke level yang lebih tinggi jika Polres Sibolga tidak transparan.
"Saya sudah tua, umur saya 73 tahun, gak takut saya mati! Cucu saya sudah kuliah di Jakarta. Saya tidak takut dengan preman!" tegas Herbert disambut riuh dukungan massa.
Ranto Lumban Gaol, Redaktur Majalah CEO wilayah Sumatera Utara, turut melayangkan kekecewaannya dan menegaskan bahwa insiden pengusiran ini telah melukai hati insan pers secara keseluruhan.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Loceret Bergulir ke Meja Hijau: 18 Terdakwa Terancam Hukuman Maksimal
Pemko Bungkam, Massa Bubar Orderly
Meskipun dinamika unjuk rasa berlangsung panas dan sarat ketegangan, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun pejabat Pemko Sibolga—termasuk Wali Kota maupun Denni Aprilsyah Lubis—yang berani keluar menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi.
Setelah seluruh aspirasi disampaikan secara bergantian, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib, tenang, dan damai di bawah pengawalan ketat aparat Polres Sibolga.(Jhon Henri Silaban)
Artikel Terkait
Langkah Berani di Karawang: Gubernur Dedi Mulyadi Pimpin Sejarah Baru Industri Alat Berat Listrik Pertama di Indonesia
KDM Pimpin Langkah Berani Wujudkan Era Baru yang Modern, Canggih, dan Berkeadilan!
Langkah Spektakuler Gubernur KDM: Angkot Tua Disulap Jadi Mobil Listrik, Bandara Husein Sastranegara Kembali Bertaji!
Jangan Disepelekan! Ini Bahaya dan Cara Mengobati Ruam Popok Lansia
Gebrakan Spektakuler Harlah ke-28 PKB: Konsolidasi Masif 19 Ribu Pengurus Tebarkan Arah Baru Ekonomi